PALOPO–Kabar gembira bagi pelaku usaha di Kota Palopo yang membutuhkan suntikan modal usaha. Bank Sulselbar Cabang Palopo menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku usaha di kota bermotto ‘Idaman’ ini.
Bank plat merah ini menyiapkan KUR dengan skema yang jauh lebih ringan, yakni tanpa syarat jaminan tambahan untuk pengajuan di bawah Rp100 juta.
Analis Kredit Produktif Bank Sulselbar, Asrialdi menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar strategi internal, melainkan bentuk kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku.
“Kami bergerak dengan pedoman ketat pada Permenko Nomor 1 Tahun 2022, Permenko Nomor 1 Tahun 2023, hingga Permenko Nomor 7 Tahun 2024. Untuk pengajuan KUR Mikro dan KUR Super Mikro di bawah Rp100 juta, kami pastikan tidak dikenakan jaminan tambahan. Acuan kami mutlak pada aturan tersebut,” ungkap Asrialdi dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Lebih lanjut Asriadi menjelaskan SOP Bank Sulselbar terkait sistem Service Level Agreement (SLA) bagi para nasabah yang membutuhkan modal cepat.
“Berdasarkan SOP yang kami miliki, keputusan mutlak keluar dalam 7 hari setelah berkas lengkap. Apakah disetujui atau tidak, maksimal tujuh hari sudah ada hasilnya, bahkan seringkali bisa lebih cepat dari itu,” katanya.
Tak hanya itu, Asrialdi menepis persepsi umum yang menganggap Bank Sulselbar hanya menjadi “rumah” bagi para aparatur negara. Ia menegaskan pintu bank terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat produktif.
“Banyak anggapan masyarakat bahwa bank daerah hanya melayani kredit ASN. Itu keliru. Faktanya, kami sangat aktif menyalurkan kredit bagi para pengusaha. Bagi siapapun yang ingin membesarkan usahanya, silakan datang dan ajukan ke Bank Sulselbar,” imbuhnya.
Sepanjang tahun 2025, Bank Sulselbar Palopo telah menyuntikkan modal usaha sebesar Rp22.818 miliar kepada 164 pelaku usaha. Berikut kategori usahanya:
– KUR Kecil: Tersalurkan Rp17,269 miliar kepada 43 pelaku usaha.
– KUR Mikro: Tersalurkan Rp5,429 miliar kepada 108 pelaku usaha.
– KUR Super Mikro: Tersalurkan Rp120 juta kepada 13 pelaku usaha di level terkecil. (wahdi)

