LUWU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu mulai mengambil langkah strategis jangka panjang dengan menggelar kegiatan penguatan kelembagaan bertema

“Pengawasan Pemilu Berbasis Digital dan Peningkatan Literasi” pada Senin, 3 November 2025. Inisiatif ini menandai upaya dini Bawaslu Luwu dalam mempersiapkan pengawasan Pemilu 2029 dan memperkokoh kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas.

​ Persiapan Dini dan Urgensi Perbaikan Regulasi

​Acara yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan ini menjadi momen refleksi atas proses pengawasan Pemilu sebelumnya. Ketua Bawaslu Luwu, Irpan, S.H., M.H., secara tegas menyampaikan urgensi untuk melakukan persiapan lebih awal.

​“Untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang, kami harus mempersiapkan lebih awal, mulai dari perbaikan regulasi, hingga perbaikan proses pelaksanaan. Hal ini penting untuk dilaksanakan,” tegas Irpan.

​Pernyataan ini menunjukkan komitmen Bawaslu Luwu untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan penyesuaian regulasi agar pelaksanaan Pemilu mendatang dapat berjalan lebih baik dan akuntabel.
.
​Sinergi Stakeholder Kunci Kondusivitas
​Irpan turut mengapresiasi kondisi kondusif di Kabupaten Luwu pasca-Pilkada 2024. Kondusivitas yang terjalin baik di antara semua stakeholder ini dianggapnya sebagai modal besar.

Ia menekankan bahwa kesuksesan Pemilu adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya Bawaslu dan KPU.
​Lebih lanjut, Bawaslu Luwu menitikberatkan pentingnya peran aktif dari dua elemen kunci dalam pengawasan demokrasi:

​Insan Pers: Diminta untuk menulis berita dengan integritas dan menjaga netralitas informasi.

​Masyarakat: Diharapkan menggunakan media sosial dengan bijak dan didorong untuk melaporkan segala proses yang tidak sesuai dengan regulasi ke Bawaslu.

​“Saya sangat yakin, untuk Pemilu 2029 mendatang, khususnya di Kabupaten Luwu, keadaannya akan baik,” pungkas Irpan optimistis.

​ Harapan Keterlibatan Berkelanjutan
​Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh penting seperti Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Mardiana Rusli, Tenaga Ahli Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Suparno, Ketua Bawaslu Toraja Utara Brikken Linde Bonting, Ketua KPU Kabupaten Luwu, serta perwakilan pers dan lembaga terkait lainnya.

​Irpan berharap kegiatan penguatan kelembagaan dan peningkatan literasi ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia mengundang saran dan masukan dari seluruh pihak, termasuk media dan tamu undangan, sebagai wujud pengawasan demokrasi kolektif, salah satunya melalui penulisan berita-berita mengenai persiapan menuju Pemilu 2029. (Ayonk)