Bayar Biaya Operasi Hingga 17 Juta, Keluarga Korban Pembusuran: Harus Ada Solusi dari Pemerintah

134
Ilustrasi
ADVERTISEMENT

PALOPO – Fitra harus membayar biaya operasi hingga Rp 17,7 juta. Ia dioperasi lantaran menjadi korban pembusuran beberapa waktu lalu.

Warga Kelurahan Sumarambu, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo itu, terpaksa mencari pinjaman demi melunasi biaya operasi dan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading, sebab tak ditanggung BPJS Kesehatan.

ADVERTISEMENT

Demikian dikatakan, salah seorang kerabat korban, Feryanto kepada awak media, Kamis 8 Juni 2023. Dia meminta pihak RSUD dan Dinas Kesehatan agar mencari solusi terbaik.

Sebab katanya, kasus dengan sifatnya aksiden ini akan memberikan beban tersendiri kepada keluarga korban.

ADVERTISEMENT

“Kita mensyukuri ketika ada kejadian seperti bisa menjadi atensi pemerintah daerah dalam menanggung beban korban,” jelas fery.

Tidak hanya itu, aktivis UNCP ini juga mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku utama yang melakukan pembusuran terhadap Fitra.

Sebab katanya, hingga kini pihak kepolisian baru menangkap beberapa pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Saya intens komunikasi sama Kapolres, Kasat Intel, Kasat Reskrim, tapi jawabannya sama suda hampir satu minggu masih dalam tahap pengejaran,” katanya.

“Semntara kasian keluarga yang tergolong tidak mampu harus membayar biaya operasi senilai Rp. 17,7 juta, karna BPJS tidak menanggung perawatan dampak tindak pidana,” ujarnya.

Kasus pembusuran dan penganiyaan menjadi pekerjaan rumah bagi pihak kepolisi. Menurutnya, dalam sebulan terakhir kasus tersebut marak terjadi di Kota Palopo, bahkan ada yang menelan korban jiwa.

“Ini menjadi ketakutan bagi masyarakat, khususnya Kota Palopo. Ini juga bisa membuat tingkat kepercayaan kita kepada institusi polri akan menurun apabila dibiarkan,” ungkapnya.

“Harapan kita bersama adalah adanya inisisatif pihak Polres Palopo untuk gencar melakukan patroli dan menyisir daerah yang sering terjadi tindak pidana yang sama,” harapnya.

“Kita tetap percayakan dan suport pihak polres palopo menangani kasus ini,,akan tetapi kita juga butuh kepastian hukum,” pungkasnya. (Nun)

ADVERTISEMENT