PALOPO–Rumah Sakit Umum (RSU) St Madyang Palopo bekerjasama dengan NusRaya Fertility Center menggelar kegiatan edukasi kesehatan reproduksi bagi pasangan yang belum memiliki anak maupun pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.
Kegiatan ini menghadirkan tim pakar dari NusRaya Fertility Center Makassar untuk memberikan edukasi kepada para peserta, khususnya mengenai kesehatan reproduksi, kesuburan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan secara dini.
Dr. Nasaruddin Nawir, Sp.OG(K)., MARS, selaku dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk edukasi dan upaya meningkatkan kesadaran pasangan mengenai masalah kesuburan.
“Jadi kegiatan ini, kami bekerja sama dengan NusRaya Fertility Center dan Rumah Sakit Umum St. Madyang, Kota Palopo. Hari ini kami memberikan edukasi kepada pasangan-pasangan yang belum mempunyai anak atau yang memiliki rencana untuk hamil,” ujar Dr. Nasaruddin.

Dr. Nasaruddin Nawir, Sp.OG(K)., MARS, selaku dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk edukasi dan upaya meningkatkan kesadaran pasangan mengenai masalah kesuburan.
Menurutnya, dalam kegiatan tersebut NusRaya Fertility Center menghadirkan tim pakar dari Makassar untuk memberikan edukasi dan informasi kepada para calon ibu maupun pasangan yang sedang menjalani program kehamilan.
Kegiatan berlangsung dalam dua format, yakni secara offline dan online, dengan peserta yang berasal dari berbagai wilayah di kawasan Luwu Raya, termasuk sejumlah daerah di sekitarnya. Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti sekitar 40 pasangan.
Dr. Nasaruddin menambahkan, edukasi seperti ini penting dilakukan agar pasangan tidak mengabaikan kondisi kesuburan, terutama apabila telah menikah selama satu tahun tetapi belum mendapatkan kehamilan.

Dr. Nasaruddin Nawir, Sp.OG(K)., MARS, selaku dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk edukasi dan upaya meningkatkan kesadaran pasangan mengenai masalah kesuburan.
“Saya kira kegiatan ini salah satu cara memberikan edukasi kepada pasangan yang belum hamil. Biasanya kalau sudah menikah setahun dan belum punya anak, tetapi dibiarkan, padahal itu sudah merupakan suatu masalah infertilitas sebenarnya,” jelasnya.
Ia mengimbau pasangan yang mengalami kondisi tersebut untuk segera memperhatikan kesehatan reproduksi dan melakukan pemeriksaan, sehingga apabila terdapat masalah kesuburan dapat diketahui dan ditangani lebih awal. (putri)

