PALOPO–Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal itu diterapkan SMP Negeri 1 Palopo melalui kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan materi pembelajaran melalui kegiatan kreatif di luar kelas.

Dalam kegiatan kokurikuler kali ini, siswa kelas 8 mengangkat tema “Aku Cinta Indonesia” melalui pertunjukan drama musikal yang mengisahkan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Sejumlah kelompok siswa menampilkan kisah perjuangan Jenderal Sudirman, peristiwa G30S/PKI, Agresi Militer Belanda, hingga detik-detik menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Setiap cerita dikemas dalam bentuk drama musikal dengan memadukan akting, dialog, musik, dan kreativitas siswa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler yang dilaksanakan setiap semester dan diikuti seluruh siswa, mulai dari kelas 7, 8, hingga kelas 9.

Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal itu diterapkan SMP Negeri 1 Palopo melalui kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan materi pembelajaran melalui kegiatan kreatif di luar kelas.

Kepala SMP Negeri 1 Palopo, Suriadi Rahmat, menjelaskan, pembelajaran kokurikuler merupakan pembelajaran di luar kelas yang tetap memiliki keterkaitan erat dengan materi yang dipelajari siswa di dalam kelas.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mempraktikkan secara langsung pengetahuan yang telah diperoleh sekaligus mengembangkan karakter dan rasa percaya diri.

Selain memperkuat pemahaman terhadap materi pelajaran, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Mereka dituntut untuk tampil percaya diri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama dalam kelompok, serta menuangkan ide dan kreativitas dalam sebuah pertunjukan.

Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal itu diterapkan SMP Negeri 1 Palopo melalui kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan materi pembelajaran melalui kegiatan kreatif di luar kelas.

Persiapan drama musikal dilakukan selama kurang lebih dua pekan. Namun, karena terdapat beberapa hari yang tidak efektif, proses persiapan secara keseluruhan berlangsung sekitar delapan hari.

Meski waktu persiapan relatif singkat, penampilan para siswa mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Bahkan, guru pendamping mengaku kegiatan tersebut turut memberikan penguatan kembali terhadap pengetahuan mengenai sejarah perjuangan bangsa.

Melalui tema “Aku Cinta Indonesia”, siswa tidak hanya mempelajari sejarah secara teori, tetapi juga belajar mengemas pengetahuan tersebut menjadi sebuah karya seni yang edukatif dan menarik.

Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal itu diterapkan SMP Negeri 1 Palopo melalui kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan materi pembelajaran melalui kegiatan kreatif di luar kelas.

Suriadi Rahmat, juga berharap kegiatan kokurikuler dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan agar proses pembelajaran tidak monoton dan siswa memiliki pengalaman belajar yang lebih beragam.

Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 1 Palopo tidak hanya berupaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap Indonesia serta membentuk generasi muda yang percaya diri, kreatif, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memahami perjuangan bangsa. (putri)