PALOPO–Direktur Politeknik Dewantara atau Polidewa Palopo, DR Suaedi mengakui kampus yang didirikannya 5 tahun lalu, saat ini mengalami perkembangan pesat dan mulai diterima masyarakat. Namun dibalik kemajuan Polidewa Palopo saat ini, Suaedi mengenang saat dirinya pertama kali mendirikan kampus ini benar-benar dari mines, bukan dari nol.
“Boleh jujur, saya dirikan Polidewa ini bukan dari nol, tapi dari mines,” kenang Suaedi, saat hadir di poadcast SERUYA TV, Jumat malam lalu, 30 Agustus 2025.
Bukan tanpa alasan dia menyebut merintis Polidewa dari mines lantaran benar-benar memulainya dari rumah pribadinya di jalan KH Ahmad Razak, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo. “Rumah saya jadikan kampus. Waktu itu, satu kamar saya jadikan ruangan kuliah dengan fasilitas AC,” kenangnya.
Sebab, saat itu, mahasiswa Polidewa hanya 10 orang dan 2 dosen. “Ada beberapa calon mahasiswa baru yang mau mendaftarkan diri, saat melihat rumah saya dijadikan kampus, milih mundur tidak jadi daftar,” katanya, tertawa.
Eltris Cafe Palopo Tempat Nongkrong Bagi Semua Kalangan, Ini Keunggulannya Bikin Pengunjung Betah
Termasuk saat mengadakan sosialisasi Polidewa Palopo yang awalnya bernama ATI Dewantara, sekitar 300-an siswa SMA/SMK yang ditanyakan apakah pernah mendengar atau mengetahui ATI Dewantara, tak satupun yang menjawab iya. “Semua menjawab tidak tahu dan tidak pernah dengar informasi adanya ATI Dewantara di Palopo,” ujar Suaedi.
Yang menarik, lanjut mantan rektor UNCP Palopo ini, tantangan lain yang dihadapinya selain sulit mencari mahasiswa, pihaknya juga susah mendapatkan tenaga dosen. “Nyaris tidak ada yang mau daftar jadi dosen lantaran tidak yakin kalau Polidewa Palopo akan maju dan berkembang. Ini menjadi tantangan saya dan pengelola awal-awal merintis Polidewa Palopo,” cerita Suaedi.
Namun berbagai tantangan yang dihadapi tersebut pelan-pelan teratasi. Untuk cikal bakal kampus misalnya, Suaedi pelan-pelan mengubah rumah pribadinya menjadi kampus yang representatif. “Supaya ada wujud mau dibangun dan dikembangkan, pelan-pelan dibuat cakar ayam untuk persiapan pembangunan kampus. Dari sini, calon mahasiswa melihat adanya keseriusan pengembangan, sehingga pelan-pelan ATI Dewantara yang sekarang menjadi Polidewa Palopo diterima masyarakat,” katanya.
Apalagi, sebagian besar mahasiswa Polidewa saat itu, memasuki tahun ketiga berdiri telah magang di beberapa perusahaan besar sehingga masyarakat mulai tidak meragukan kehadiran Polidewa Palopo sebagai salah satu perguruan tinggi yang mengusung motto ‘Kuliah Langsung Bekerja’.
Tersisa Satu Dewas, Andi Enceng Ajak Karyawan Perumda TM Palopo Berkolaborasi Majukan Perusahaan
“Alhamdulillah, tahun akademik 2025/2026, Polidewa Palopo menerima sebanyak 1.151 mahasiswa baru. Mahasiswa tersebut tersebar di tujuh program studi. Ini menandakan, kehadiran Polidewa Palopo semakin dipercaya masyarakat,” ujar Suaedi.
Untuk diketahui, tujuh program studi yang dibuka Poliadewa Palopo antara lain Teknik Mesin Otomotif, Teknik Elektronika, Teknik Sipil, Teknologi Rekayasa Multimedia, Teknologi Rekayasa Pangan, Pertambangan Metalurgi, dan Arsitek Bangunan Gedung.
Dari semua program studi, Pertambangan Metalurgi menjadi prodi dengan peminat terbanyak. Hal ini sejalan dengan kondisi geografis Luwu Raya yang dikelilingi industri pertambangan, sehingga prospek kerja di bidang ini dinilai sangat menjanjikan.
“Lulusan Politek sudah banyak yang tersebar bekerja di dalam maupun luar Sulawesi. Bahkan mahasiswa yang masih magang pun sudah banyak diberdayakan di berbagai perusahaan. Ini menjadi bukti nyata bahwa Politeknik Dewantara layak menjadi pilihan,” pungkas Suaedi. (***)

