PALOPO–Pentahbisan atau peresmian Gereja Kibaid Jemaat Palopo di Jalan Batara Nomor 62, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, ditargetkan dihadiri ratusan jemaat dari sejumlah klasis di wilayah Luwu Raya.
Rangkaian kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan jalan sehat pada Sabtu, 4 Juli 2026. Jalan sehat ini diikuti seluruh jemaat Gereja Kibaid Palopo dan sejumlah jemaat dari klasis Luwu Raya. Panitia juga menyiapkan doorprize dengan hadiah menarik bagi peserta.
Di hari yang sama, panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, serta penyuluhan kesehatan bagi seluruh peserta.
Hari kedua, Minggu 5 Juli 2026, diisi dengan ibadah hari Minggu yang dirangkaikan dengan syukuran tahunan Gereja Kibaid. Rangkaian hari kedua akan ditutup dengan acara pelepasan hamba Tuhan.
Puncak acara berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, berupa Pentahbisan Gereja Kibaid Jemaat Palopo. Acara ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Ketua Sinode, bersama Walikota Palopo dan Ketua BPMS Kibaid.
Ketua Panitia Pelaksana Pentahbisan Gereja Kibaid Jemaat Palopo, Ratu Krisna Tondok, mengatakan pentahbisan ini merupakan peresmian gedung gereja untuk pelayanan, setelah proses pembangunan yang berlangsung beberapa tahun lalu.
“Selain peresmian gedung, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi antar jemaat. Pentahbisan adalah bukti bagaimana jemaat bersama-sama membangun rumah Tuhan. Prosesnya tidak mudah, butuh pikiran, tenaga, dan materi agar acara ini dapat sukses,” katanya.
Ia menambahkan, persiapan kegiatan sudah berjalan maksimal. Panitia mulai bekerja sejak tahun lalu setelah dibentuk, sehingga progres saat ini sudah sesuai target. Pihak panitia juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palopo dan berharap kehadiran Walikota Palopo atau jajarannya untuk turut mendukung kegiatan.
“Panitia berharap, dengan diresmikannya Gereja Kibaid ini, pelayanan gereja semakin meningkat dan dapat menjadi berkat bagi jemaat maupun masyarakat Kota Palopo secara luas,” ujar Ratu Krisna. (nada)

