MASAMBA–Banjir di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, mendapat perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Tim BNPB meninjau langsung sejumlah wilayah terendam banjir di Lutra, hari Minggu lalu, 31 Mei 2026.
Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim bersama Wakilnya, Jumail Mappile menyambut kedatangan rombongan BNPB Pusat. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi banjir yang masih merendam sejumlah wilayah di Lutra, khususnya Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan.
Rombongan BNPB dipimpin Deputi Logistik dan Peralatan Dra. Andi Eviana, M.Si. Tiba di Lutra, dia langsung menuju desa beringin jaya. Di lokasi banjir, Andi Eviana tinjau dapur posko, serta berdialog dengan masyarakat.
Bupati Andi Abdullah Rahim mengatakan kedatangan BNPB Pusat menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Luwu Utara yang terdampak banjir. Menurutnya, kunjungan tersebut penting agar pemerintah Pusat dapat melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan Daerah dalam penanganan lebih lanjut bencana banjir.
“Terima kasih kepada BNPB, Pemerintah Daerah terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI, Polri dan pihak terkait agar kebutuhan masyarakat terdampak banjir terpenuhi dengan baik,” ujar Andi Rahim.
Dia juga menilai kunjungan tersebut membawa harapan besar bagi masyarakat yang selama ini terdampak banjir. “Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi jangka panjang yang efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat,”imbuhnya.
Langkah ini diharapkan mempercepat penangan banjir, sekaligus menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memberikan perhatian serius terhadap penanganan banjir dan warga yang terdampak.
TITIK TERPARAH
Diketahui, ribuan jiwa terdampak banjir di tiga kecamatan di Luwu Utara. Pemkab setempat mencatat sebanyak 3.242 kepala keluarga (KK) pada tiga kecamatan di daerah itu terendam banjir gegara curah hujan tinggi dan tanggul jebol. Akibatnya, ratusan warga harus mengungsi di rumah keluarga dan posko sementara.
Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim, menyebut, sejak tanggal 18 Mei lalu, Pemkab Lutra telah menetapkan status tanggap darurat atau darurat bencana akibat banjir ini. “Ada 6 kecamatan yang berdampak, cuma yang terparah berada di 3 kecamatan,” kata Andi Rahim.
Tiga kecamatan yang terendam banjir parah di Lutra yakni Kecamatan Malangke, Malangke Barat dan Baebunta Selatan. Banjir tersebut terjadi sejak Senin lalu, 11 Mei 2026. “Kalau di Kecamatan Malangke ada sebanyak 1.999 kepala keluarga yang berdampak, Malangke Barat ada 805 dan Baebunta Selatan ada 438,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Lutra, Agunawan menyebut bahwa lokasi terparah berada pada 3 dusun di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan. Menurutnya, 3 dusun tersebut telah hancur dan rumah warga tidak dapat lagi ditempati.
“Saat ini kondisinya hampir sama, cuma yang terendam betul kemarin dan tidak dapat ditempati akibat banyak pasir dan kayu yakni 3 dusun di Beringin Jaya, yaitu Seruni, Melati dan Anggrek,” ujarnya.
Agunawan menyebut, ketinggian air pada 3 kecamatan tersebut bervariasi, mulai dari 40 cm hingga 120 cm. Dia menjelaskan, banjir diperparah karena curah hujan yang masih terus tinggi. “Jadi memang dari BMKG pertanggal 31 Mei masih rawan dan masyarakat harus siap siaga, karena curah hujan yang masih begitu tinggi,” bebernya.
“Tapi kami juga dari BPBD dan tim gabungan dari Bazarnas, Polri dan Brimob telah membuat posko komando dan dapur, kebutuhan warga disana cukup tinggi,” tambahnya.
Agunawam menjelaskan, kebutuhan mendesak warga saat ini yakni beras dan tempat tidur. Sambungnya, hal tersebut disebabkan karena hampir setiap tempat tinggal warga telah terendam air. “Pemda itu terus menyalurkan kebutuhan pokok disana, seperti beras, telur, indomie dan lain-lain. Karena beberapa dusun disana memang harus dikasi makan tiap hari. Selain itu kebutuhan warga disana juga seperti tempat tidur, kasur dan selimut,” tutupnya. (***)

