– Unggulkan Program Religi dan Pramuka Berprestasi

PALOPO–Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Palopo, Sulawesi Selatan, resmi membuka tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau tahun pelajaran 2026/2027. Tahun ini, SMP 5 Palopo mendapat kuota 4 rombongan belajar dengan daya tampung 128 siswa.

Sejak hari Senin, 8 Juni 2026, orang tua dan calon siswa sudah berbondong-bondong datang ke sekolah. Saat ini proses masih di tahap pra pendaftaran hingga 12 Juni mendatang, dengan agenda utama pembuatan akun untuk pendaftaran online.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 5 Palopo, Fatmawati Abduh, merinci ada 4 jalur pendaftaran yang dibuka. Yakni Jalur Afirmasi pada 16-17 Juni dengan kuota 25%, Jalur Prestasi 19-21 Juni sebanyak 30%, Jalur Mutasi 23-24 Juni sebanyak 5%, dan Jalur Domisili 26-28 Juni dengan kuota terbesar 40%.

Dijelaskan Fatmawati, persyaratan usia pendaftar berada di kisaran 12 hingga 15 tahun. Di atas itu akan dilakukan pembahasan lebih lanjut. “Calon pendaftar wajib menyiapkan salinan akta kelahiran, salinan kartu keluarga, pas foto ukuran 3×4, serta ijazah atau surat keterangan lulus dari SD/MI sebelumnya,” katanya.

Fatmawati menegaskan SMPN 5 Palopo memiliki nilai lebih di bidang keagamaan meski berstatus sekolah umum. Hal itu dibuktikan dengan kegiatan rutin shalat dhuha setiap Selasa sampai Kamis.

Khusus hari Senin, kegiatan diganti dengan literasi baca Al-Qur’an karena ada upacara bendera, sementara Jumat diisi senam sehat. Siswa non-muslim juga difasilitasi untuk melaksanakan ibadah pagi sesuai keyakinannya.

Selain itu, ekstrakurikuler Pramuka menjadi unggulan SMPN 5 Palopo dengan sederet prestasi yang sudah ditorehkan siswanya. Fasilitas sekolah juga diklaim sudah memadai untuk menunjang pengembangan akademik dan non-akademik.

“Untuk memenuhi target 4 rombel, kami gencar melakukan sosialisasi ke sejumlah SD di sekitar wilayah SMPN 5. Pendekatan persuasif kepada orang tua dan calon siswa juga terus dilakukan,” katanya.

Fatmawati tidak menampik adanya tantangan karena sebagian orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah berbasis Islam. Itu jadikan pemicu untuk lebih semangat menggaet siswa baru.

Tahun lalu, SMPN 5 Palopo juga mendapat kuota 4 rombel dan seluruh target tersebut berhasil dipenuhi sehingga diharapkan tahun ini kuota tersebut juga bisa terpenuhi. (nada)