PALOPO–Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, kini memiliki pilihan destinasi wisata baru bernama Buntu Pasang. Obyek wisata baru ini berada di wilayah ketinggian Kelurahan Peta, Kecamatan Sendana.
Menariknya, destinasi wisata ini menawarkan pengalaman unik berupa pemandangan panorama Kota Palopo yang dapat dinikmati langsung dari perbukitan. Meski terbilang baru, Buntu Pasang mulai memikat warga Kota Palopo, termasuk dari luar daerah.
Owner Buntu Pasang Palopo, Komang Sumertawijaya, menjelaskan destinasi ini sengaja mengusung konsep alam terbuka. Langkah ini diambil untuk menjawab kerinduan masyarakat akan ruang publik yang asri dan menenangkan.
“Konsepnya memang alam, karena menurut saya masyarakat Palopo membutuhkan ruang terbuka seperti ini untuk bersantai,” ujar Komang saat ditemui di lokasi, Rabu (24/12/2025).
Meski mengedepankan sisi natural, pengelola tidak mengabaikan kenyamanan pengunjung. Buntu Pasang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang memadai, mulai dari toilet yang bersih, musalah, hingga deretan spot foto ikonik dengan latar belakang cakrawala Kota Palopo.
Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi bermalam di alam bebas, tersedia pula area khusus berkemah (camping ground). Menariknya, tarif yang dipatok tergolong sangat ramah di kantong:
* Tiket Masuk: Rp5.000 per orang.
* Tarif Camping: Rp15.000 per orang.
Selain memajukan sektor pariwisata, kehadiran Buntu Pasang juga membawa dampak sosial positif.
Komang menegaskan bahwa dalam operasionalnya, ia sepenuhnya memberdayakan tenaga kerja lokal dari lingkungan sekitar.
Kehadiran objek wisata ini disambut hangat oleh pemerintah setempat. Lurah Peta, Andi Gapur mengapresiasi bertambahnya titik wisata di wilayahnya yang kini berjumlah tiga lokasi. Ia berkomitmen untuk menjaga kondusivitas wilayah agar wisatawan merasa nyaman.
“Alhamdulillah, di Kelurahan Peta sekarang sudah ada tiga tempat wisata. Kami akan tetap memantau agar pengunjung yang datang tetap aman dan tertib,” tutur Andi Gapur.
Kendati demikian, Andi Gapur mencatat ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama aksesibilitas. Ia berencana melakukan koordinasi lintas sektor dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk pembenahan infrastruktur pendukung.
“Kami pemerintah setempat akan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk meminta dukungan, khususnya terkait penerangan jalan menuju lokasi wisata,” pungkasnya. (wahdi)

