Bupati Budiman Resmikan Gedung Gereja GKST Jemaat Eklesia Po’usintowe

36
ADVERTISEMENT

LUTIM — Setelah selama 11 tahun melewati proses pembangunan, gedung gereja GKST Jemaat Eklesia Po’usintowe, Desa Balaikembang, Kecamatan Mangkutana, akhirnya pada hari Kamis (08/11/2022), diresmikan oleh Bupati Luwu Timur setelah sebelumnya Pentahbisan gedung tersebut yang dilaksanakan oleh Pdt. Djadaramo Tadi Abe, M.Th.

Kehadiran Bupati Luwu Timur, H. Budiman dan rombongan disambut secara adat dengan tarian penyambutan Motaro setelah pengalungan bunga serta pemasangan topi adat Pamona.

ADVERTISEMENT

Sebelum memasuki gedung gereja yang ditafsir menghabiskan anggaran sebesar Rp. 684 juta lebih, terlebih dahulu dilaksanakan pembukaan kain selubung papan nama gedung gereja oleh Bupati Luwu Timur, H. Budiman, kemudian selanjutnya bersama Ketua Sinode GKST Pdt. Djadaramo Tasi Abe, M.Th melakukan penandatangan prasasti Pentahbisan dan Peresmian Gedung Gereja GKST Jemaat Eklesia Po’usintowe dilanjutkan pengguntingan pita di depan pintu masuk.

Wakil Sekretaris Umum Pdt. Elieser Meringgi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kesediaan Bupati untuk hadir meresmikan pemanfaatan gedung gereja yang telah didambakan jemaat. Lebih lanjut ia menyampaikan, dengan dimanfaatkannya gedung gereja baru ini keimanan jemaat dapat semakin bertumbuh.

ADVERTISEMENT

“Tentunya kita ucapkan selamat kepada jemaat yang telah memanfaatkan gedung baru ini dan kita berharap agar jemaat di tempat ini dapat meningkatkan keimanan dan tentu pemerintah mendukung hal baik ini agar dapat bersama-sama membangun Luwu Timur,” ujar Pdt Elieser Meringgi.

Bupati Luwu Timur, H. Budiman melalui sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan dan seluruh anggota jemaat kerena telah berhasil menyelesaikan pembangunan gereja ini.
Rampungnya pembangunan tempat ibadah ini, kata Bupati, tentunya tak lepas dari hasil kerja sama dan kerja keras para jemaat.

ADVERTISEMENT

Olehnya itu, Bupati berharap gedung gereja yang baru dibangun ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana peribadatan dan persekutuan jemaat, serta kemajuan dan keberhasilan dalam segala aspek pembangunan di Kabupaten Luwu Timur tidak lepas dari peran positif dari seluruh masyarakat yang didalamnya termasuk jemaat gereja. (rls/roy)

ADVERTISEMENT