WANITA bernama Melda Safitri (33) asal Aceh Selatan, Aceh, tengah ramai disorot publik. Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai Safitri baru saja diterpa luka mendalam akibat perbuatan sang suami. Sebab, dirinya baru saja diceraikan tidak lama setelah suaminya dinyatakan lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Satpol PP di Aceh Singkil.

Padahal, menjelang dilantik sebagai PPPK, Safitri sempat membelikan seragam Korpri dari hasil jualan sayur di pasar.

Sebagaimana dikutip KORAN SERUYA dari Pojoksatu.id, Melda Safitri curhat melalui flatform Facebook miliknya,
yakni Safitri Alshop Aceh. Dalam unggahannya, Safitri menuturkan kekecewaannya terhadap sang suami yang memilih pergi meninggalkan dirinya. Padahal, dari hubungan pernikahan yang terjalin, mereka sudah dikaruniai dua orang anak perempuan.

“Ada pengorbanan yg tak pernah kau lihat. Dengan mata kepala mu, ada nyawa taruhannya demi sesuap nasi dan kebutuhan kita lainnya,” jelasnya.

“Sekali2 lihat lh pengorbananku, jangan hanya kesalahanku yg terlihat. Demi bisa membeli baju Korprimu bg,” terangnya.

Rupanya, usai diceraikan sang suami, ia terpaksa kembali ke rumah orang tuanya di Kabupaten Aceh Selatan. Sedangkan suami Melda Safitri tercatat sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Keduanya menikah pada tahun 2020.

Melda Safitri aktif di media sosial Facebook @Safitri Alshop Aceh. Dia kini memiliki lebih dari 138 ribu pengikut. Dan dia
membenarkan telah diceraikan sang suami jelang pelantikan PPPK.

Semua bermula saat sang suami pulang ke rumah pada 14 Agustus 2025 lalu. Kemarahannya meledak saat dia tidak disediakan lauk untuk makan. “Dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah. Karena bagaimana saya harus masak nasi atau kawan nasi, sedangkan apa pun tidak ada di rumah,” katanya, dikutip dari Serambinews.com, Rabu (22/10/2025).

Melda Safitri melanjutkan ceritanya, semenjak detik itu hubungan rumah tangganya menjadi retak. Cekcok pun tidak dapat terhindarkan.

Melda Safitri juga menyinggung suaminya yang dianggap tidak memberi nafkahi keluarga. Pada malam itu, akhirnya sang suami mengemasi baju untuk pergi dari rumah.

Ia lalu melontarkan kalimat untuk menjatuhkan talak cerai kepada Melda Safitri. “Dia langsung bilang ke saya, kamu Fitri saya ceraikan 1, 2, 3 lalu dia pergi membawa bajunya,” ungkap dia.

Ia merasa kecewa diceraikan disaat sang suami hendak dilantik menjadi PPPK pada 18 Agustus 2025. Padahal, dia memendam harapan besar, dengan diangkatnya sang suami bisa membantu perekonomian keluarga selama ini yang masih kekurangan.

“Dia ceraikan saya karena mau jabatan. Padahal kami dulu berjuang bersama. Saya sempat berharap, setelah dia dilantik jadi PPPK, bisa sedikit membantu perekonomian keluarga,” ujar Fitri.

“Begitu dikasih Allah rezeki, dia malah ceraikan saya. Kalau memang mau cerai, kenapa tidak dari dulu,” tambahnya.

Melda Safitri mengaku selama ini telah ikut berjuang. Ia merasa tidak malu dan hanya ingin pengorbanannya dihargai oleh sang suami.

Melda Safitri turut membantu selama suaminya berjuang menjadi PPPK. Termasuk saat ia turut membantu menyiapkan pakaian dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya sebagai PPPK.

Melda Safitri rela berjualan cabai dan sayuran di pasar. Namun apa daya, dia cuma dipandang sebelah mata saja. “Saya tidak malu. Saya cuma ingin dihargai. Saya bukan istri yang minta lebih, saya cuma ingin dihormati sebagai perempuan yang sudah berjuang,” tegasnya. (***)