= Siswi SMPN 7 Palopo Berharap Bisa Kembali Nikmati MBG Supaya Uang Jajan Bisa Ditabung

PALOPO–Ratusan siswa-siswi SMPN 7 Palopo, Sulawesi Selatan, sudah beberapa bulan ini tidak menikmati Makanan Bergizi Gratis (MBG) lantaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Humanity Yasa Tenteram yang menangani MBG di sekolah tersebut, disuspend lantaran bermasalah.

Tak hanya siswa-siswi SMPN 7 Palopo, siswa-siswi sekolah lainnya yang ditangani SPPG yang beralamat di Kelurahan Pattene tersebut juga sudah lama tidak menikmati MBG.

Salah seorang siswi SMPN 7 Palopo, Eva Lestari mengatakan dirinya pernah menikmati manfaat program tersebut sekitar satu bulan sebelum akhirnya dihentikan. “Sudah sekitar tiga bulan kami tidak mendapatkan MBG lagi. Dulu sekolah kami sempat menerima, tetapi hanya sekitar satu bulan,” kata Eva, Jumat (24/7/2026).

Menurut Eva, kehadiran MBG sangat membantu dirinya menghemat pengeluaran harian. Uang saku yang biasanya digunakan membeli makanan bisa disimpan sebagai tabungan. Namun, kini ia merasa lebih boros, karena harus mengeluarkan uang jajan.

“Saat ada MBG, saya sangat bersyukur karena bisa menabung uang jajan. Sekarang lebih banyak uang keluar karena dipakai membeli jajanan,” ucapnya.

Kepala SMPN 7 Palopo, Wagiran mengatakan, saat MBG masih berjalan, menu makanan yang diterima siswa dinilai cukup baik. Menu yang dikirim lumayan dan memenuhi standar gizi.

“Memang selera anak-anak berbeda-beda. Ada yang menghabiskan makanannya, ada juga yang tidak, mungkin karena rasa yang belum sesuai dengan selera mereka,” jelasnya.

Ia menilai program ini bermanfaat, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Namun disayangkan, sudah hampir tiga bulan, siswa kami tidak menikmati MBG lantaran SPPG-nya disuspend,” kata Wagiran.

Memasuki tahun ajaran baru, kata Wagiran, pihak sekolah diminta memperbarui data jumlah siswa. Karena itu, ia berharap program MBG dapat segera diaktifkan kembali.

Diketahui, hingga saat ini, SPPG Yayasan Humanity Yasa Tenteram yanbg beralamat di Jalan KHM Kasim Nomor 17, Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, masih menunggu pencabutan status suspend dari BGN sejak 4 April 2026.

Mitra SPPG Yayasan Humanity Yasa Tenteram, Marsel mengatakan, pihaknya sedang melakukan sejumlah pembenahan sesuai arahan BGN. Di antaranya menyelesaikan persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan perubahan tata letak dapur agar sesuai standar operasional yang ditetapkan BGN.

“Pelayanan dari SPPG Pattene ke beberapa sekolah masih terkendala karena status suspend belum dibuka. Setelah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional, kami juga diminta melakukan perubahan layout dapur sesuai arahan dari Direktorat Pengawasan dan Evaluasi,” kata Marsel.

Ia optimistis proses pembenahan dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga hari ke depan. “Dengan selesainya proses pembenahan tersebut, kami
berharap status suspend segera dicabut sehingga distribusi MBG kepada penerima manfaat dapat kembali berjalan pada awal Agustus 2026,” harap dia.

Marsel mengungkapkan, sebelum penghentian operasional, total penerima manfaat yang dilayani dapur SPPG ini mencapai 2.678 orang, termasuk kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Namun, jumlah tersebut diperkirakan akan berubah karena memasuki tahun ajaran baru. (nada)