Demo Aliansi Masyarakat Bua, Tuntut Copot Jabatan Site Manager PT BMS

2522
Demo Aliansi Masyarakat Bua di depan pintu gerbang PT BMS, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.
ADVERTISEMENT

LUWU — Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bua, kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Jumat (15/09/2023). Unjuk rasa tersebut bertepatan saat hari kunjungan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla ke PT BMS.

Polisi juga turut berjaga mengawal jalannya aksi. Massa pendemo membawa tiga tuntutan ditujukan terhadap manajemen PT BMS. Salah satunya tuntutan kepada Direktur Utama BMS untuk mencopot jabatan Site Manager BMS karena dinilai tidak koperatif terhadap masyarakat dalam polemik pembebasan lahan.

ADVERTISEMENT

“Manajemen BMS melanggar SOP ketenagakerjaan, sikap arogansi terhadap masyarakat dan melanggar adat istiadat Tana Luwu,” beber Jenlap Aliansi Masyarakat Bua, Muhar dalam tiga isi tuntutannya.

Dia menjelaskan, aksi unjuk rasa hari ini buntut dari polemik saling klaim antar masyakarat dan BMS soal kepemilikan lahan sawah, yang terjadi di Kecamatan Bua, 13 September lalu.

ADVERTISEMENT

“Awal pekan lalu pihak BMS secara sepihak mengerahkan alat berat untuk menimbun areal sawah masyarakat yang masih ditumbuhi padi dan mengklaim lahan itu miliknya,” kata Muhar.

Muhar menyebut, perlakuan BMS tersebut dilakukan dengan cara tidak bijaksana, karena BMS mengklaim sepihak tanpa berunding. Pasalnya disisi lain warga juga mengaku punya kepemilikan atas lahan itu dibuktikan dengan sertifikat hak milik yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional tahun 2007 silam.

Dikonfirmasi terpisah, Site Manager PT BMS, Zulkarnain melayangkan pendapat berbeda soal polemik itu. Diakuinya apa yang diklaim masyarakat justru berbanding terbalik dengan pihak BMS.

“Kebalik… lahan BMS yang diserobot masyarakat,” singkatnya melalui pesan WhatsApp. (mat/hwn)

ADVERTISEMENT