Ini Kades Tercantik di Indonesia, Penasaran? Yuk Intip Foto-fotonya…

1955

SULUT — Gita Ratnasari Tuuk adalah kepala desa tercantik dan termuda di Sulawesi Utara. Berkulit kuning langsat dan bersih, rambutnya yang tergerai panjang hingga dada dicat blonde sementara bibirnya merah merona.

Banyak yang bilang ia mirip bintang drama Korea yang sedang ngehits itu. Tak heran, banyak menyebut sebagai kepala desa tercantik dan termuda.

Kecantikan Gita menjadi perbincangan publik Sulawesi Utara. Usianya baru 26 tahun karena kelahiran 22 Juli 1993.

Saat pemilihan kepala desa atau sangadi, Gita Ratnasari meraih 206 suara, unggul atas empat rivalnya yang hanya mampu meraih suara di bawah 100.

Gita diarak dan diangkat bersama kursi yang ia duduki oleh warga desa Bombanon, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.

Gita kini telah menjadi Kades dengan gaji pokok setara cicilan NMAX sebulan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019, kepala desa cantik ini menerima penghasilan tetap paling sedikit Rp2.426.640,00 setara 120% dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang II/a. Artinya gaji pokok yang diterima kepala desa tercantik dan termuda di di Desa Bombanon, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara setara dengan cicilan NMAX sebulan.

Sosok Gita Ratnasari Tuuk sekarang mendadak viral di medsos sebagai kepala desa cantik. Istri Stenly Uno ini telah memiliki dua orang anak yakni Mario Angelo Jeremia Uno dan Marchmanuel Axel Junot Uno.

Selain cantik, Gita juga cerdas yang nampak dari visi dan misi yang ia susun. Visi dan misi tersebut dinamai GRT yang berarti “Gotong Royong Terutama”. GRT juga merupakan singkatan namanya.

Visi Gita mencakup bidang yang luas, dari pemerintahan, ekonomi, pemberdayaan generasi muda, pertanian hingga teknologi. Salah satu visinya adalah menghadirkan wifi gratis bagi warga untuk mengupdate informasi publik. Misi Gita dinamakan sembilan harapan Desa Bombanon.

Sembilan harapan tersebut berintikan pada tata kelola desa yang transparan, kesehatan masyarakat dan optimalisasi pertanian.

Ia berterima kasih pada warga yang tulus mendukungnya. “Terima kasih. Saya akan membangun desa dengan sangat gotong royong,” kata dia. Ia pun berjanji akan merangkul lawan politiknya.(Iys)