BADAN Pusat Statistik Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis angka kemiskinan ekstrem di 24 kabupaten/kota se Sulsel untuk tahun 2025. Rilisan datanya sungguh mencengangkan lantaran Kabupaten Luwu Timur (Lutim) menempati posisi terburuk di Sulsel. Bahkan, posisi daerah penghasilan nikel ini menempati posisi paling buncit di Sulsel setelah Kabupaten Barru.

Angka kemiskinan Lutim yang saat ini dipimpin Bupati dan Wakil Bupati, Irwan Bachry Syam dan Puspawati Husler (Ibas-Puspa) berada di posisi 1,66 persen. Dibadingkan tiga daerah di Luwu Raya, Kabupaten Luwu Utara dibawah kepemimpinan duet Andi Abdullah Rahim dan Jumail Mappile berada pada posisi 5 terendah di Sulsel dengan angka 1,13 persen.

Sementara Kota Palopo menempati posisi rangking 18 dengan angka 1,48 dan Kabupaten Luwu juga berada di posisi tidak menggembirakan karena peringkat tertinggi ketiga di Sulsel setelah Luwu Timur dan Barru. Luwu meraih angka kemiskinan ekstrem 1,56 persen.

Jika menyimak kemiskinan ekstrem di Lutra, yang turun menjadi 1,13 persen, menjadi angka terendah sejak tiga tahun terakhir.

Kepala Badan Pusat Statistik Lutra, Asep Yahya Mawali menuturkan, saat ini angka kemiskinan ekstrem Lutra berada pada posisi 5 terendah di Sulsel. Dia menyebut, penurunan terjadi dipicu program yang tepat sasaran.

“Capaian 1,13 ini menempatkan Kabupaten Luwu Utara sebagai salah satu dari lima kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Provinsi Sulawesi Selatan, seluruh kabupaten mengalami penurunan angka miskin ekstrem selama 2 tahun terakhir,” ucap Asep Yahya, Selasa (30/6/2026).

Tercatat, kemiskinan ekstrem Lutra pada tahun 2024 sebesar 2,04 persen dan menurun menjadi 1,13 persen pada tahun 2025. Asep menjelaskan, kemiskinan ekstrem sendiri merupakan kondisi ketika pengeluaran penduduk berada di bawah standar 2,15 USD PPP 2017 per kapita per hari yang digunakan Bank Dunia sebagai acuan global.

Asep menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari program pemerintah daerah yang tepat sasaran. Menurutnya, penguatan perlindungan sosial, peningkatan akses layanan dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat turut andil besar dalam penurunan angka kemiskinan tersebut.

“Ini artinya berbagai program pemerintah memang menyasar kelompok masyarakat paling rentan, tentunya tak lepas dari langkah pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim turut bangga dengan capaian tersebut. Dia menjelaskan, capaian itu diraih berkat kerja keras dalam pembuatan program yang berbasis data dan menyentuh seluruh kalangan masyarakat.

“Penurunan kemiskinan ekstrem menjadi 1,13 persen bukan sekadar penurunan angka statistik. Di balik capaian ini, semakin banyak keluarga yang berhasil keluar dari kondisi paling rentan dan memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan dasar serta peluang ekonomi. Ini adalah hasil kerja bersama yang harus terus dijaga melalui program-program yang tepat sasaran dan berbasis data,” ujar Andi Abdullah Rahim.

“Ke depan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara akan terus memperkuat sinergi dan perencanaan pembangunan berbasis data agar upaya penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Daerah Lutra terus berupaya menurunkan angka kemiskinan. Salah satu strategi yang ditempuh yakni menggenjot pembangunan jalan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) guna membuka akses ekonomi masyarakat. (***)