Walikota Palopo Hadiri Penutupan Diklat Dasar Keselamatan Kapal Tradisional yang Digelar PIP Makassar

64

PALOPO–Walikota Palopo HM Judas Amir MH menghadiri acara Penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dasar dasar keselamatan kapal tradisional (BST KLM) kecakapan kapal tradisional (skk 60 mil) angkatan XII asal Palopo.

Kegiatan ini digelar oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar (PIP) yang dilaksanakan di aula hotel Atriam, Sabtu (22/2/2020).

Diklat tersebut dilaksakan selama lima hari mulai hari Senin 17 Ferbruari sampai dengan hari Sabtu 22 Februari 2020.

Pada penutupan diklat tersebut, Judas Amir di dampingi oleh Unsur Forkopimda yaitu Kapolres Palopo, AKBP. Alfian Nurnas SH., S.Ik., Ketua DPRD Kota Palopo, Dr. Hj. Nurhaenih S.Kep.,M.Kes, mewakili Dandim 1403 SWg, Kasdim 1403 Swg Mayor Kaveleri Suparman dan perwakilan Kejari Palopo dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Palopo, Hj. Nurlely Kaso.

Walikota Palopo HM. menyampaikan terima kasihnya kepada PIP terkhusus perwakilan PIP yang telah hadir di Kota Palopo untuk melaksanakan diklat tersebut.

“Terima kasih kepada bapak/ibu dari PIP Makassar yang telah memiliki perhatian kepada pemerintah Kota Palopo untuk melaksakan diklat ini,” ujar Walikota Palopo.

Lanjut dia mengatakan, target untuk jumlah peserta diklat ini sebanyak 200 orang peserta akan tetapi yang hadir hanya berkisar kurang lebih 100 orang.

Judas Amir menjelaskan bahwa untuk dana peserta Diklat murni dari anggaran PIP Makasar, tidak ada hubungannya dengan pemerintah kota Palopo.

“Bagu seluruh peserta, semua dana yang dikeluarkan untuk diklat ini baik itu instrukturnya, hotel, uang makan, semuanya dari PIP Makassar, tidak ada sepeserpun dari pemerintah Palopo,” ujarnya.

Menurut Walikota, dengan adanya diklat ini membuktikan bahwa ternyata pemerintah tetap saja memikirkan rakyatnya dan semua pemerintah dari organisasi manapun tetap memikirkan kepentingan rakyatnya.

Selain itu, Judas Amir juga menyampaikan manfaat memakan ikan sangat baik untuk kesehatan, oleh karena itu terkait dengan ini, dia sangat berharap agar ikan yang didapat oleh para nelayan yang dikonsumsi oleh masyarakat sebaiknya ikan yang memiliki kualitas yang baik juga, bukan ikan yang mengandung formalin yang dapat membahayakan kesehatan.

“Kalau ada nelayan atau penjual ikan yang kita lihat memberikan formalin ke ikannya lantas ikan tersebut mau dia jual atau diberikan pada masyarakat, sebaiknya dilaporkan kepada pihak yang berwajib karena orang-orang yang beginilah yang merusak masyarakat,” tegas Judas Amir.

Lebih jauh Walikota Palopo memberikan asuransi kepada semua peserta yang mengikuti diklat hari ini melalui Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan kelautan.

“Mungkin bagi kita aguransi tidak berguna, tetapi barguna untuk kelanjutan hidup keluarga kita,” terang Walikota.(anggi)