= Saat 0Resmikan Kampus Kedokteran dan Kampus Kesehatan
DIREKTUR Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Dr Khairul Munadi, ST.,M.Eng meresmikan dua kampus milik Universitas Mega Buana (UMB) Palopo. Kedua kampus tersebut,
yakni Kampus Fakultas Kedokteran dan Kampus Fakultas Kesehatan di Auditorium Universitas Mega Buana Palopo, Sabtu lalu, 4 Oktober 2025.
Turut hadir saat peresmian sejumlah pihak, diantaranya Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo, H Rahim Munir, SP.,MM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Dr dr HM Ishaq Iskandar, M.Kes, MM, MH, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr Drs Andi Lukman, M.Si, Staf Ahli Wali Kota Palopo bidang Hukum dan Pemerintahan, Amir Santoso, S.H., M.Si, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Irfan Sugianto, drg., M.Med.Ed ., Ph.D serta Wakil Rektor I Universitas Sulawesi Barat, Prof. Dr. Tasrif Surungan, M.S.c.
Saat peresmian dua kampus tersebut, Prof Khairul Munadi mengapresiasi dan menyebut UMB Palopo adalah inspirasi dari timur. Termasuk menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih khusus kepada Ketua Pembina dan Rektor UMB Palopo yang dinilainya telah
memberikan konstribusi besar kepada masyarakat dalam bidang pendidikan atas hadirnya UMB Palopo di jasirah utara Sulsel.
Eltris Cafe Palopo Tempat Nongkrong Bagi Semua Kalangan, Ini Keunggulannya Bikin Pengunjung Betah
“Tidaklah mudah dan gampang menghadirkan lembaga pendidikan tinggi, sangat krusial. Namun Pak Pembina dan Ibu Rektor
telah membangun ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia bernama UMB Palopo. Tak hanya itu, kehadiran UMB Palopo dalam rangka
memastikan akses pendidikan yang lebih merata kepada anak-anak bangsa. Tidak mungkin pemerintah bisa melakukan hal ini dengan sendiri,” kata Prof Khairul Munadi.
“Jadi sekali lagi, saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih yang sebesar-besarnya, UMB Palopo adalah inspirasi dari Timur,” lanjut Prof Khairul Munadi.
Selain meresmikan dua kampus di Universitas Mega Buan Palopo, ia juga memberikan kuliah umum kepada civitas akademika, dan menyerahkan KIP kuliah dan mengunjungi rumah penerima KIP kuliah.
Prof Khairul Munadi kagum terhadap perkembangan UMB Palopo yang cepat usai melihat sarana dan prasarana serta bercengkrama dengan mahasiswa. Ia kagum akan pencapaian UMB Palopo yang lebih cepat di usia 16 tahun.
Tersisa Satu Dewas, Andi Enceng Ajak Karyawan Perumda TM Palopo Berkolaborasi Majukan Perusahaan
Kepada mahasiswa kedokteran, dia menyampaikan beruntungnya mereka yang terpilih menjadi keluarga besar UMB. Terkait dengan pengembangan sarana prasarana, peresmian Kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan kampus ini.
“Kita melakukan peresmian terhadap 2 fakultas, Fakultas Kedokteran dan juga Fakultas Kesehatan. Tentu saja ini merupakan sebuah capaian institusi,” ucapnya.
Prof Khairul Munadi menambahkan, tidak hanya institusi namun juga menjadi kebanggaan dari pemerintah daerah karena ini merupakan UMB Palopo berkontribusi nyata bagi masyarakat yang sangat sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 1945.
Diungkapkannya, pemerintah berkomitmen membangun dan juga mempercepat akses serta pemenuhan tenaga medis, khususnya dokter, dokter spesialis dan juga dokter subspesialis. “Dan kehadiran Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan di Kampus Mega Buana ini merupakan kontribusi yang luar biasa yang patut mendapatkan apresiasi dari kita semua,” katanya.
Diakhir sambutannya, Prof Munadi bahkan menggarisbawahi UMB Palopo benar benar hadir dan memberi dampak bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kenapa saya tadi di awal menggarisbawahi beberapa kali apresiasi atas inisiatif yang luar biasa ini, kita jadi mendapatkan contoh, contoh nyata, bagaimana sebuah kampus itu bisa benar-benar hadir dan memberi dampak bagi masyarakat yang paling membutuhkan. Jadi sekali lagi, Universitas Mega Buana Palopo sudah menorehkan langkah itu, mudah-mudahan ini terus berkelanjutan,” sebutnya.
Namun ia juga berpesan tidak cukup hanya berdampak, namun berdampak bagi semesta. “Rahmatan lil alamin, jadi tidak hanya berdampak pada sekitar, termasuk juga untuk umat manusia, lingkungan, dan sebagainya,”sebutnya. ini menjadi tantangan Universitas Mega Buana Palopo, kedepan, tapi tadi kita lihat ada alumni yang sudah tersebar dan juga sebaran mahasiswa yang sudah luar biasa,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Mega Buana Palopo, Prof Dr Hj. Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes, CIPA di awal sambutannya menyampaikan perjalanan UMB Palopo dari tahun 2009 yang mengelola 3 program studi. Kemudian berubah bentuk menjadi Universitas tahun 2020 dengan 5 program studi, dan tahun 2025 dengan 17 program studi yang kesemuanya telah terakreditasi.
Prof Nilawati juga menyebutkan bahwa UMB Palopo saat ini telah menjangkau luas Indonesia dengan asal mahasiswa tidak hanya berasal dari wilayah Palopo dan sekitarnya, tetapi juga berasal dari 32 provinsi dari 170 kabupaten kota yang ada di Indonesia, satu diantaranya merupakan mahasiswa asing dari Burkina Faso, Afrika Barat. (jun)

