LUWU UTARA — Penyandang Disabilitas di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan antusias mengikuti pelatihan batik ciprat yang digelar oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Wirajaya Makassar. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat (RSBM) ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 12 – 15 November, bertempat di Gedung Legiun Veteran Kabupaten Luwu Utara.
Kegiatan pelatihan ini dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu Utara, Jumar Jayair Lussa, Rabu (12/11/2025), yang hadir bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Luwu Utara, Eriati Jumal.
Dalam arahannya, Jumar Jayair Lussa menegaskan jika Pemerintah Daerah Luwu Utara punya kepedulian dan memberikan perhatian bagi upaya mendorong produktivitas dan kemandirian bagi penyandang disabilitas.
Jumar juga mengapresiasi Kemensos RI melalui Sentra Wirajaya Makassar yang memilih Luwu Utara untuk melaksanakan kegiatan RSBM. “Insya Allah, kegiatan ini akan dilakukan pendampingan dari Pemerintah Daerah, sehingga pelatihan tidak berhenti hanya dilakukan 4 hari saja. Kegiatan ini harus berkelanjutan,” harapnya.
Setelah sesi pembukaan, para narasumber memberikan paparan materi terkait upaya menumbuhkan rasa percaya diri menuju kemandirian, prospek usaha home industry, serta penguatan kelembagaan dan teknik pemasaran bagi produk UMKM. Hadir sebagai narasumber di hari pertama, masing-masing Kadis Sosial Arie Setiawan, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Eka Rusli, dan Kadis Koperasi dan UMKM Luwu Utara Pasolongan.
Sementara itu, Wahidin mewakili Kepala Sentra Wirajaya Makassar dalam arahannya lebih menekankan tentang sikap Pemerintah Kabupaten Luwu Utara yang sangat responsif menyambut semua kegiatan Sentra Wirajaya selama ini, baik untuk kegiatan Atensi maupun RSBM. Bahkan Wahidin berharap, jika ke depan ada satu desa di Luwu Utara yang bisa dijadikan rintisan Desa Inklusi.
Salah satu peserta pelatihan, Makmur, merasa senang bisa mengikuti pelatihan batik ciprat. Setelah mengenal bahan dan peralatan membatik, menurutnya sangat mudah memahami cara dan teknik dalam membuat batik ciprat. Makmur dan teman-temannya yang dibagi dalam dua kelompok saat praktik di hari kedua langsung bisa membuat batik sebanyak sembilan lembar.
Sebelum acara penutupan yang direncanakan pada Sabtu (15/11/25), akan dilakukan Pameran Mini hasil karya membatik oleh peserta pelatihan. Makmur bahkan berharap di acara pameran mini bisa dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.
525 Anak Meriahkan Lomba Mewarnai Tingkat Kabupaten, Bupati Andi Rahim: Seperti Pesta Taman
Lebih jauh, Makmur menambahkan jika batik ciprat punya nilai seni. “bahwa batik ciprat tidak hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga menegaskan bahwa kreativitas tidak pernah mengenal keterbatasan,” kata Makmur. (*)

