Ditengah Gencarnya Sosialisasi Social Distancing, Dua Pelajar di Palopo Malah Keluyuran Sambil Isap Lem

1407
SS (19) dan RA (19) dua pelajar yang masih duduk dibangku SMA ini, diamankan lantaran kedapatan mengisap lem fox
ADVERTISEMENT

PALOPO–Merebaknya wabah virus corona, membuat instansi pemerintah Indonesia menerapkan sistem social distancing untuk sementara sementara waktu.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat OlehMW Quiz

Hal ini, dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus yang dikenal dengan sebutan Covid-19 ini.

ADVERTISEMENT

Penerapan sistem ini juga di lakukan oleh sejumlah instansi pemerintahan, termasuk sekolah. Seluruh sekolah di Indonesi memilih untuk meliburkan siswanya dengan tetap melanjutkan sistem pelajaran di rumah.

Namun hal tersebut, nampaknya tidak berlaku untuk dua siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Palopo ini. Keduanya berinisial, SS (19) dan RA (19).

ADVERTISEMENT

Betapa tidak, keduanya malah kedapatan keluyuran untuk bermain game ditengah merebaknya covid-19. Paranya lagi, keduanya kedapatan asik mengisap lem fox di belakang SPBU Binturu, Kota Palopo, Minggu (29/3/2020).

Ironisnya lagi, aksi kedua remaja tersebut, dipertontonkan di hadapan puluhan anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Hal tersebut, dikatakan SS saat dimintai keterangannya, di Mapolsek Wara, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Minggu (29/3/2020).

“Yang lainnya hanya melihat kami berdua (SS dan RA) mengisap lem game pak, ada juga yang main game dan sebagian ada yang memanjat kelapa,” kata SS.

Awalnya aksi kedua pelajar tersebut dipergoki warga. Resah melihat kelakuan keduanya, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Panit Reskrim Polsek Wara, Ipda A. AKbar mengatakan jika pihaknya mengamankan kedua pelaku beserta delapan orang anak lainnya, untuk kemudian diberikan pembinaan.

“Orang tua serta wali mereka juga dipanggil untuk mengawasi tingkah laku anak-anak mereka. Untuk kedua pelaku, kami beri pembinaan agar tidak lagi mengulangi perbuatannya,” terangnya.

ADVERTISEMENT