MAKASSAR–Memasuki hari ketiga jatuhnya Pesawat ATR 42-500, Senin 19 Januari 2026, keluarga Co.pilot pesawat naas ini, Farhan Gunawan mengungkapkan jika smartwatch milik Farhan masih aktif usai Pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Mereka meyakini jika co.pilot asal Malili, Kabupaten Luwu Timur ini masih hidup.

Sebab, smartwatch tersebut mendeteksi adanya pergerakan langkah kaki yang diduga aktivitas dari Farhan. Informasi ini disampaikan oleh pihak keluarga, Pitri Keandedes Hasibuan (30) usai menerima informasi dari adiknya Dian Mulyana Hasibuan yang merupakan pacar dari Farhan Gunawan.

Dia menjelaskan, ponsel pintar milik Farhan telah ditemukan di Gunung Bulusaraung dan langsung diserahkan oleh tim SAR kepada pihak keluarga sejak Minggu (18/1/2026).

“Dia (Farhan) kan ada smartwatch, kalau bisa ada yang melacak smartwatch-nya itu dia pakai yang Galaxy, kayak manalah caranya, supaya ada pertolongan yang cari dia,” kata Pitri kepada media di Makassar, dilansir dari detikSulsel, Senin (19/1/2026).

Fitri mengaku smartwatch Farham teridentifikasi masih aktif berdasarkan pengecekan ponsel korban. Dia berharap temuan itu bisa dijadikan acuan untuk melacak posisi Farhan.

“Karena dari HP dia yang terhubung ke smartwatch-nya itu kan masih bergerak. Kemungkinan kan masih bisa dilacak yah dari situnya,” tambah Pitri.

Dia mengaku kabar ini diterimanya dari adiknya yang saat ini berada di Bulusaraung untuk memantau proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR. Menurut dia, adiknya itu langsung berangkat ke Makassar usai mendapat kabar pesawat ATR 42-50 mengalami kecelakaan.

“(Informasi smartwatch Farhan aktif) Dari adik saya (Dian), kan adik saya di lokasi sana. Iya lagi di sana, naik ke atas gunung,” ungkap Pitri.

HP Farhan Ditemukan di Hutan

Pitri juga sebelumnya merekam video untuk menyampaikan informasi ini ke media karena kondisi adiknya yang merupakan pacar dari Farhan masih syok. Adiknya disebut telah menjalin hubungan dengan Farhan selama 5 tahun.

“Maksud saya memberikan video ini adalah adik saya tidak mampu untuk diwawancarai ke media karena dia lagi syok dan sekarang lagi berjuang nyari Farhan,” kata Pitri dalam rekaman video beredar.

Dia meminta tolong ke media agar dilakukan pencarian intensif terhadap Farhan di sekitar lokasi. Pasalnya, ponsel Farhan telah ditemukan dan dipegang adiknya masih terhubung dengan smartwatch tersebut.

“Jadi saya minta tolong ke media bahwa pesawat jatuh tanggal 17 terus tanggal 18 dilakukan pencarian dan HP Farhan, ada dapat HP-nya dapat di hutan terus HP-nya sekarang udah dipegang sama adik saya,” tuturnya.

“HP dia itu terhubung ke smartwatch-nya terus dicek smartwatch nya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi jam 6 ada berapa langkah terus ditambah lagi jam 10 sampe malam juga ada,” sambung Pitri.

Pergerakan langkah kaki tersebut terus bertambah. Dia juga meminta pertolongan ke Presiden Prabowo lewat video tersebut.

“Intinya pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah dan ini hari ketiganya di hutan. Jadi tolong kepada bapak Prabowo atau siapapun yang bisa ngasih bantuan tolong turunkan tim SAR lebih banyak lagi pak,” katanya.

Dia juga berharap pemerintah mengerahkan helikopter ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap seluruh korban. Termasuk meminta agar pergerakan langkah dari smartwatch itu dilacak.

“Saya mohon sekali, Pak, tolong selamatkan Farhan, karena dia sudah memberikan tanda-tanda pak hp nya masih terhubung dengan ada pergerakan langkah kakinya pak sekian dari saya,” imbuh Pitri.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 dilaporkan jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep. Tim SAR telah menemukan satu korban berjenis kelami pria dalam kondisi meninggal di tebing berjarak 200 meter dari puncak gunung pada Minggu (18/1/2026) siang lalu. (***)