Luwu Utara — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mengapresiasi pelaksanaan program “Pelatihan Manajemen Ritel dan Kurasi Produk UMKM” yang diselenggarakan Alfamart Cabang Luwu. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 60 pelaku UMKM lokal yang mendapatkan pembekalan langsung terkait strategi pemasaran dan standar produk agar dapat masuk ke jaringan ritel modern.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi mulai dari strategi pemasaran, manajemen ritel, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar lokal hingga nasional. Tidak hanya itu, aspek legalitas, desain kemasan, komposisi produk, konsistensi kualitas, hingga proses administrasi juga menjadi fokus utama dalam sesi kurasi.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

“Pelatihan dengan dukungan sektor swasta seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pelaku UMKM, sehingga produk mereka mampu bersaing dan masuk ke ritel modern. Kolaborasi dengan Alfamart merupakan bentuk kerja sama yang tepat,” ujar Andi saat membuka kegiatan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (23/4/2026).

Ia berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya kompetitif di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional melalui jaringan ritel modern.

Sementara itu, Regional Corporate Communications Manager Alfamart, Budi Santoso, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pendampingan berkelanjutan.

“Pelatihan ini memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para pelaku UMKM. Dukungan dari Pemerintah Luwu Utara juga sangat berarti dalam menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi pertumbuhan UMKM. Tantangan utama UMKM bukan hanya pada kualitas produk, tetapi juga akses pasar dan pengelolaan usaha,” ujar Budi.

Ia menambahkan, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami standar produk untuk dapat masuk ke ritel modern, mulai dari aspek komposisi, perizinan, hingga desain kemasan.

“Selain kualitas produk, kemasan yang tepat juga sangat menentukan daya saing. Kami ingin memastikan produk UMKM mampu memenuhi standar tersebut,” tambahnya.

Melalui program ini, Alfamart turut membuka akses pemasaran bagi produk UMKM lokal untuk dapat masuk ke jaringan gerainya, tentunya dengan memperhatikan standar dan kesiapan masing-masing pelaku usaha. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan produk UMKM tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk bersaing di tingkat nasional hingga global. (***)