– Gelar Bimtek Pengisian Webmon
PALOPO–Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palopo menggelar Rapat Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting Aula Saokotae, rumah jabatan Walikota Palopo, Kamis lalu, 18 September 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda monitoring, evaluasi, dan bimbingan teknis (Bimtek) pengisian Webmon atau Website Monitoring tingkat Kota Palopo. Webmon menjadi salah satu instrumen penting dalam pelaporan dan pemantauan progres penanganan stunting di wilayah tersebut.
Kepala DPPKB Kota Palopo, Samsil, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting di Kota Palopo secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Eltris Cafe Palopo Tempat Nongkrong Bagi Semua Kalangan, Ini Keunggulannya Bikin Pengunjung Betah
“Melalui kegiatan ini, kami berharap setiap pihak dapat memahami peran dan tugasnya dalam pengisian Webmon, karena data yang akurat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Samsil.
Ia juga menegaskan, percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja sama aktif dari seluruh stakeholder, mulai dari tingkat kelurahan hingga ke tingkat kota, agar target penurunan prevalensi stunting nasional dapat tercapai.
Rapat tersebut dibuka oleh Asisten dua Pemkot Palopo, Ilham Hamid, dan dihadiri tim percepatan penurunan stunting, serta para operator Webmon dari berbagai kecamatan di Kota Palopo.
Untuk diketahui, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Palopo secara by name by address, jumlah balita yang mengalami stunting di Kota Palopo saat ini mencapai 92 orang.
Tersisa Satu Dewas, Andi Enceng Ajak Karyawan Perumda TM Palopo Berkolaborasi Majukan Perusahaan
Sementara itu, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Palopo tercatat sebesar 22,7 persen, masih jauh di atas target nasional sebesar 14 persen.
Menanggapi kondisi tersebut, Samsil menyatakan, pihaknya kini mengubah pendekatan dari penanganan ke pencegahan. “Penanganan stunting saat ini difokuskan pada pencegahan. Bukan hanya menunggu anak stunting muncul baru diintervensi, tapi bagaimana mencegahnya sejak dini,” katanya. (nada)

