PALOPO–Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) melalui Program Studi (Prodi) Penyuluhan Pertanian terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di wilayah Luwu Raya. Prodi yang berada dibawah naungan Fakultas Sains dan Teknologi ini resmi didirikan pada 18 Februari 2019, bersamaan dengan penggabungan tiga perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi berdasarkan SK Menristekdikti Nomor 112/KPT/I/2019.

Kehadiran Prodi Penyuluhan Pertanian menjadi respon akademik terhadap berbagai persoalan pertanian di Luwu Raya yang hingga kini masih menghadapi tantangan klasik, mulai dari rendahnya adopsi inovasi pertanian, lemahnya kelembagaan petani, keterbatasan akses informasi hingga minimnya pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat tani.

Dimana untuk wilayah Luwu Raya sendiri memiliki potensi besar di sektor pertanian seperti kakao, padi, hortikultura, dan perkebunan rakyat. Namun, produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian dinilai belum optimal akibat masih adanya kesenjangan antara teknologi pertanian dan praktik di lapangan.

Melalui Prodi Penyuluhan Pertanian, kampus berupaya mencetak penyuluh pertanian profesional yang mampu menjadi jembatan pengetahuan, penggerak kelembagaan petani, sekaligus fasilitator perubahan di desa-desa.

Sekretaris Prodi Penyuluhan Pertanian UMPalopo, Andi Rizkiyah Hasbi, S.Pt., M.Si menjelaskan, dalam satu hingga dua tahun terakhir mahasiswa dan dosen aktif turun langsung ke lapangan melalui program praktik penyuluhan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, penelitian terapan hingga pengabdian masyarakat.

“Pendampingan yang dilakukan meliputi pengelolaan demplot budidaya, penguatan kelompok tani, pelatihan pencatatan usaha tani, hingga literasi pemasaran hasil pertanian. Dosen berperan sebagai pembina teknis dan metodologis, sementara mahasiswa menjadi fasilitator belajar di tingkat petani,” jelas Andi Rizkiyah.

Ia menjelaskan tantangan terbesar penyuluh pertanian muda saat terjun ke desa bukan hanya persoalan teknis pertanian, tetapi juga kemampuan komunikasi sosial dengan masyarakat. Menurutnya, petani kerap menganggap penyuluh harus mengetahui seluruh persoalan pertanian, padahal tugas utama penyuluh adalah membangun komunikasi, kepercayaan serta menjadi penghubung informasi dan teknologi bagi petani.

“Penyuluh harus mampu memahami budaya lokal di setiap daerah karena karakter petani berbeda-beda. Selain itu, konsistensi pendampingan juga menjadi tantangan karena jumlah penyuluh di lapangan masih terbatas,” katanya./

Andi Rizkiyah menambahkan, kondisi di lapangan menunjukkan masih ada satu penyuluh yang harus menangani dua hingga tiga desa sekaligus, terutama di wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur dengan jarak antardesa yang cukup jauh.

“Dalam mendukung kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat, Prodi Penyuluhan Pertanian juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di beberapa kecamatan,” urai Andi Rizkiyah.

Mahasiswa diketahui turut menjalani praktik lapang hingga ke wilayah Masamba dan sejumlah daerah lainnya di Luwu Raya. Bahkan, beberapa mahasiswa saat ini telah terlibat bekerja di Balai Penyuluh Pertanian.

Selain fokus pada pengembangan kompetensi akademik, Prodi Penyuluhan Pertanian UM Palopo juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam berkemajuan khas Muhammadiyah dalam setiap kegiatan penyuluhan di masyarakat.

Nilai tersebut diwujudkan melalui etika pelayanan, kejujuran, kepedulian sosial, hingga semangat pemberdayaan petani. Penyuluhan tidak hanya dipandang sebagai transfer teknologi dan informasi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah sosial yang memuliakan petani serta menjaga amanah lingkungan

Kedepan, Prodi Penyuluhan Pertanian menargetkan diri menjadi rujukan penyuluhan pertanian di Luwu Raya melalui penguatan riset terapan, pengembangan desa binaan berkelanjutan, peningkatan kemitraan hingga mencetak lulusan yang siap menjadi penyuluh maupun pendamping program pertanian.

“Kami berharap keberadaan program studi ini dapat dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil pertanian, menguatnya kelembagaan petani hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat tani di wilayah Luwu Raya,” katanya. (putri)