LUWU – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Demokrat, Fadriaty Asmaun, menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 sekaligus temu konstituen di Desa Rumaju, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari sejumlah desa di Kecamatan Bajo dan Kecamatan Latimojong, tokoh masyarakat, serta warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan di wilayah mereka.

Kepala Desa Tolajuk, Kecamatan Latimojong, Badaruddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi Fadriaty Asmaun dalam mengawal aspirasi masyarakat. Menurutnya, kehadiran anggota DPRD Provinsi Sulsel tersebut menjadi sebuah kehormatan bagi masyarakat desa.

“Melalui reses ini kami berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat memberikan dukungan, khususnya pada sektor pertanian, baik berupa sarana dan prasarana maupun bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produksi dan mutu hasil pertanian,” ujar Badaruddin.

Ia juga berharap Fadriaty Asmaun tetap konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat Luwu di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam pemaparannya, Fadriaty Asmaun menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban setiap anggota legislatif untuk turun langsung bertemu dengan masyarakat guna menyerap berbagai aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan.

“Reses adalah kewajiban bagi setiap legislator untuk bertemu langsung dengan konstituen dan menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan kami perjuangkan,” kata Fadriaty.

Fadriaty mengungkapkan, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Selatan saat ini mengalami keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya Transfer Keuangan Daerah (TKD), sehingga sejumlah program pembangunan ke daerah ikut mengalami penyesuaian.

“APBD Provinsi saat ini cukup terbatas karena adanya efisiensi anggaran. Akibatnya, TKD dipotong sehingga banyak program ke daerah yang harus dikurangi. Namun demikian, seluruh aspirasi masyarakat tetap kami tampung untuk diperjuangkan,” jelasnya.

Meski berada di tengah keterbatasan anggaran, Fadriaty menegaskan bahwa sektor pertanian dan pendidikan tetap menjadi prioritas perjuangannya selama menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, berbagai program bantuan pertanian maupun pendidikan selama ini telah banyak disalurkan ke Kabupaten Luwu melalui dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Fadriaty juga menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur pertanian, khususnya rehabilitasi Daerah Irigasi Lengkong Pini di Kecamatan Bajo Barat yang beberapa waktu lalu telah dilakukan groundbreaking oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari Paket 4 Program Multiyears Project (MYP) rehabilitasi delapan daerah irigasi yang tersebar di Kabupaten Enrekang, Luwu, Toraja Utara, Luwu Utara, dan Luwu Timur dengan total anggaran sekitar Rp120 miliar.

Menurut Fadriaty, proyek tersebut menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang selama ini tidak berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Rehabilitasi Irigasi Lengkong Pini akan mengairi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Potensi pengembangannya juga masih sangat besar karena sumber air yang tersedia sangat memadai. Ke depan, cakupan layanan irigasi dapat diperluas hingga mencapai ribuan hektare lahan pertanian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan tersebut bukan hanya menyelesaikan persoalan irigasi yang telah lama terbengkalai, tetapi juga membuka peluang pengembangan kawasan pertanian yang lebih luas sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Fadriaty berharap seluruh pekerjaan rehabilitasi irigasi dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kita berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya segera dirasakan para petani. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana,” tutupnya.(jun)