MENJELANG Lebaran 2026, jasa penyewaan iPhone di ibu kota Sulawesi Selatan ini mencatatkan fenomena unik. Bukan lagi sekadar alat komunikasi, perangkat berlogo apel “kroak” tersebut telah bergeser menjadi instrumen gaya hidup yang permintaannya melonjak tajam hingga 80 persen. Di balik etalase toko rental, tersaji cerita tentang pencarian pengakuan, tuntutan konten, hingga siasat “tampil elit” di hari raya. Andika (29), pemilik rental iPhone “Ngerental ID” yang baru buka di Makassar awal tahun 2026 ini, mengaku kebanjiran pengunjung untuk menyewa iPhone.
“Lumayan banyak. Karena di Makassar kebetulan, setahu saya, first time di Makassar Ngerental ID hadir sebagai penyedia rental iPhone,” kata Andika kepada Kompas.com, Sabtu (7/3/2026).
Selain iPhone, ia lebih dulu menyewakan kendaraan mobil dan motor yang dimulainya pada tahun 2023 lalu. Karena banyaknya permintaan iPhone dari para pengunjung yang datang, ia pun mengadakan puluhan ponsel tersebut. “Akhirnya kita hadirkan unit dan alhamdulillah sekarang sudah ada 43 unit hampir 50-an iPhone,” sebutnya.
Para Penyewa Kebanyakan Gen Z Andika menyewakan mulai dari seri 13 basic sampai 17 Pro Max dengan harga mulai dari Rp 100.000 perhari hingga Rp 250. 000. Para penyewa mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan yang datang ke Makassar. “Mulai dari umur 17 sampai 25 kebanyakan,” katanya. “Gen z yang rata-rata, kalaupun misalnya ada yang kayak umur 30-35, itu ada tapi jarang,” sambungnya.
Andika mengatakan, untuk iPhone miliknya disewa hampir mencapai tiga puluhan unit per hari, sehingga ia sering mengalami sold out. “Rata-rata keluar tiap hari 35-36 per hari, 95 persen dari jumlah unit (yang disewakan),” bebernya.
Berbagai Alasan, Mulai dari Flexing sampai Takut Dimarahi Ortu Andika mengatakan, ada berbagai macam alasan para penyewa ponsel yang sedang trend tersebut, salah satunya fenomena Flexing di media sosial menjadi pemicu banyaknya gen z yang menyewa iPhone. “Ada yang memang mau niatnya flexing, pamer, terus bundling dengan Vespa Matic kaya gitu. Jadi mereka ambil paketan Vespa plus iPhone, lebih matching,” ungkapnya.
Selain itu, para mahasiswa yang berasal dari daerah di luar Kota Makassar sering berasalan karena iPhone miliknya rusak dan takut ketahuan dengan orang tuanya. “Ada yang karena HP-nya rusak, kebetulan orang tuanya mau datang ke Makassar, takut dimarahi, akhirnya dia sewa,” bebernya. Sementara para wisatawan ataupun pekerja, menyewa ponsel tersebut dengan alasan kebutuhan yang mengharuskan untuk mengabadikan momen.
“Alasan yang lain, ada kebanyakan juga yang pakai wisata ke Jogja, ke Bali, keluar kota. Kalau yang umur-umur 30-an katas itu biasa mereka pakai kerja. Ada yang jadi wedding organizer pakai dokumentasi. Ada yang untuk kerja, kegiatan kerja, biasa content creator, biasa CEO juga,” ujarnya. Andika mengatakan banyak penyewa yang berasal dari Kota Makassar, sementara para wisatawan sangat jarang. “Kebanyakan warga lokal sih mbak, kalaupun wisatawan memang tujuannya untuk wisata. Kayak misalnya jalan-jalan ke Pantai Losari, dia butuh kamera bagus, iPhone,” ujarnya.
Dari series lama hingga terbaru, Andika mengatakan para pelajar rata-rata menyewa series 13 basic, sementara mereka dengan gaya hidup tinggi lebih menyukai series 17 Pro Max. “Yang paling banyak diminati mungkin karena harganya terjangkau dii iPhone series 13 basic banyak pelajar, kalau sasarannya untuk 17 PM memang dia lebih ke high class sih,” katanya.
Penyewaan Meningkat 80 Persen Selama Ramadhan Dibuka pada awal tahun 2026, Andika mengatakan, permintaan sewa iPhone terus meningkat dari bulan ke bulan sebanyak 20-30 persen. Baca juga: Tarif Rp 20.000 per Lembar, Fotografer Keliling Monas Bertahan di Era Canggihnya Zaman “Sudah ada 338 transaksi selama hampir 3 bulan,” ucapnya Sementara selama bulan suci Ramadan ini, kata Andika permintaan meningkat hampir 80 persen, sehingga ia harus menambah unit. “Meningkat sekali, makanya waktu meledak pertama kali itu kan pasnya malam tahun baru, pas menjelang puasa kita tambah unit lagi. Nambah-nambah (penyewanya), akhirnya sold out,” terangnya.
Andika mengatakan, banyak pengunjung yang tidak dapat menyewa iPhone disebakan stok yang selalu habis, apalagi peningkatan permintaan di bulan Ramadan ini. “Kalaupun saya masih mau nambah (unit) itu bisa saja habis karena masih ada permintaan yang belum bisa kami cover karena kami keterbatasan stok unit. Jadi intinya unit kami selalu sold out. Tapi karena kami punya keterbatasanya unit, jadi kami peningkatannyaa tidak terlalu signifikan dari bulan ke bulan,” jelasnya.
Syarat Jaminan Sewa Menyewa iPhone tidak selamanya diberikan dengan cuma-cuma. Andika mengatakan, pihaknya memiliki syarat dan verifikasi yang wajib dipatuhi penyewa. Jika syarat tersebut tidak dapat dipenuhi, pihaknya tidak bisa menyewakan ponsel tersebut.
“Orang yang datang belum tentu dikasih. tetap melalui proses validasi data. Kalau dianggap datanya yang diberikan valid mulai dari sosial medianya identitas yang dijaminkan, dan lain-lain, atau diantisipasi pendukung,” ujarnya “Kalau misalnya ada satu data yang kita minta tidak bisa dipenuhi, tidak bisa dikasih,” lanjutnya. Syarat penyewaan yaitu dengan menggunakan KTP atau paspor bagi wisatawan, sementara untuk pelajar atau yang belum memiliki KTP harus menyerahkan ijazah terakhir untuk jadi jaminan.
“Misalnya ijazah SMP, kalau dia masih pelajar SMA. Terus kalau misalnya KTP-nya hilang minimal ada foto KTP-nya sebagai jaminan, tapi wajib deposit,” terangnya. “Depositnya itu start Rp 100.000, itu dananya nanti dikembalikan kalau sudah selesai sewa,” sambungnya.
Cerita Kelam di Balik “Ekonomi Sulit” Andika mengaku selama ia menjalankan usaha tersebut, pihaknya sering menemukan penyewa yang tidak mampu membayar setelah selesai menyewa.
“Sejauh ini nunggak sih. Mungkin karena kata orang gaya elit ekonomi sulit, dia pakai foto-foto terus tidak mampu bayar hingga sampai satu mingguan,” ungkapnya.
Mereka yang tidak mampu membayar, kata dia akan dimediasi terlebih dahulu dan diberi waktu untuk melunaskan pembayaran penyewaan. “Biasanya penyelesaian kita mediasi artinya di perjanjian sewa kan jelas kalau misalnya tidak dikembalikan dan tidak ada etikat baik mau mengembalikan. Yang minimal mengembalikan lah kalau memang tidak mampu. Itu bakal diviralkan. Ada yang sampai 1 juta,” pungkasnya. (*/icha)

