MASAMBA–Peristiwa penikaman di kawasan Pantai Seta-Seta, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, menewaskan seorang warga. Satu korban lainnya mengalami luka tusuk dan masih mendapat penanganan medis, Minggu petang, 4 Oktober 2026.
Korban meninggal dunia berinisial M.Y.R. (27). Ia meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Tanalili setelah mengalami luka akibat penikaman. Sementara korban lainnya, A.R. (33), mengalami luka tusuk pada bagian perut dan dirujuk ke RSUD Andi Djemma Masamba.
Polisi telah mengamankan seorang pria berinisial E (31) yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Terduga pelaku diamankan Unit Reskrim Polsek Bone-Bone dan selanjutnya dibawa Tim URC SatReskrim ke Polres Lutra untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Bone-Bone AKP Muhajir, S.Pd., M.M., mengatakan personelnya langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi kejadian. Polsek Bone bone melakukan pengamanan sekaligus mengumpulkan keterangan awal dari sejumlah pihak untuk mengetahui rangkaian peristiwa.
“Setelah menerima informasi, personel langsung mendatangi lokasi dan melakukan langkah-langkah kepolisian. Terduga pelaku kemudian berhasil diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan,” kata AKP Muhajir.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kejadian tersebut bermula dari cekcok antara korban dan terduga pelaku. Situasi kemudian memanas hingga terjadi penikaman yang menyebabkan M.Y.R. meninggal dunia, sementara A.R. mengalami luka tusuk.
Situasi sempat memanas setelah kejadian. Sejumlah kios dan sepeda motor di kawasan Pantai Seta-Seta dibakar dan sebuah rumah warga di Desa Poreang juga ikut terbakar.
Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah dan kepolisian. Wakil Bupati Luwu Utara H. Jumail Mappile, S.Ip., M.Si., bersama Wakapolres Luwu Utara Kompol Andi Muh. Syafei, S.Sos., M.H., turun ke lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Jabat Ketua DPC HKTI Luwu, Patahudding Siap Dorong Sinergi untuk Perkuat Sektor Pertanian
Keduanya juga menemui keluarga korban dan meminta agar tidak ada tindakan balasan. Wakapolres menegaskan bahwa terduga pelaku telah diamankan sehingga penanganan perkara dapat diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian.
“Terduga pelaku sudah kami amankan. Kami meminta keluarga korban dan masyarakat tetap tenang serta mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian. Jangan sampai ada tindakan yang justru menimbulkan persoalan baru,” ujar Andi Muh. Syafei.
Tak lama berselang, Kapolres Luwu Utara AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi, S.I.K., M.H., turun langsung ke Desa Munte. Selain memastikan situasi tetap terkendali, Kapolres juga memimpin langkah pengamanan di lapangan guna mencegah terjadinya aksi lanjutan.
AKBP Ario bersama jajaran memantau kondisi di sejumlah titik dan memberikan arahan kepada personel agar mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi masyarakat. Pengamanan juga dilakukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Ia menegaskan, setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui mekanisme hukum. AKBP Ario juga meminta keluarga korban maupun masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.
“Setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui proses hukum. Kami meminta masyarakat mempercayakan penanganannya kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Yang paling penting saat ini adalah menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolres.
Dari penyelidikan sementara, polisi juga mendalami dugaan persoalan tanah warisan berupa lokasi empang dan kebun sawit yang disebut berkaitan dengan perselisihan antara pihak korban dan terduga pelaku. Keduanya diketahui masih memiliki hubungan keluarga.
Namun, polisi masih mendalami latar belakang dan motif kejadian tersebut. Penyidik juga memeriksa terduga pelaku dan saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa.
Selain kasus penikaman, SatReskrim turut mendalami aksi pembakaran yang terjadi setelah kejadian. Sat reskrim polres Luwu utara akan memastikan pihak-pihak yang terlibat berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang ditemukan di lapangan.
Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polres Luwu Utara. Personel Polsek Bone-Bone juga masih disiagakan di wilayah Desa Poreang dan Desa Munte untuk menjaga situasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan. (***)

