MALILI–Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Luwu Timur (Lutim), menyoroti dua hal penting yang dinilai sebagai wujud kegagalan satu tahun pemerintahan Bupati Lutim, Irwan Bachry Syam (Ibas) dan Wakilnya, Puspawati Husler.
Dua hal itu, yakni pertumbuhan ekonomi Lutim yang anjlok hingga menempatkan Lutim rangking kedua terakhir dari seluruh kabupaten/kota se Sulsel. Termasuk gagalnya Lutim merebut Piala Adipura 2025 akibat buruknya tata pengelolaan lingkungan.
Sorotan itu disampaikan Fraksi PAN dalam rapat Paripurna DPRD Lutim, Kamis lalu, 5 Februari 2026. Rapat paripurna ini membahas Ranperda Rencana Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah, Ranperda Tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah Dan Ranperda Tentang Rencana Pembangunan Dan Pemgembangan Perumahan Dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Luwu Timur (RP3KP) Tahun 2025-2045.
“Fraksi PAN sangat prihatin trend makro ekonomi Kabupaten Luwu Timur, yang mengalami kemerosotan. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 2023 sempat berada diangka 9,6 Persen. Namun angka tersebut turun pada 2024 jadi 3,27 persen, kini pertumbuhan ekonomi anjlok di angka 3,7 persen. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena menempatkan Kabupaten Luwu Timur berada diposisi kedua dari terakhir Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan,” kata Juru Bicara Fraksi PAN, Prima Eyza Purnama.
Untuk itu, Fraksi PAN mendorong Bupati Lutim segera melakukan evaluasi kepada seluruh OPD, karena Luwu Timur membutuhkan akselerasi perogram pemulihan ekonomi yang nyata.
Terkait Piala Adipura yang gagal diraih Lutim tahun 2025, Prima menyebut akibat rapuhnya tata kelola lingkungan. “Tata kelola lingkungan hidup yang buruk jadi pemicu gagalnya Lutim meraih Piala Adipura 2025. Fraksi PAN menyatakan Kekecewaannya atas lepasnya Adipura tahun 2025. Tentunya
ini menjadi catatan bagi kinerja pemerintah daerah mengingat Lutim salah satu daerah peraih adipura Lima Tahun berturut–turut. Fraksi PAN menilai kegagalan ini akibat menurunnya kinerja instansi terkait,” ungkap Prima.
Fraksi PAN melihat banyak permasalahan lingkungan yang tidak terselesaikan dengan baik, salah satunya pengolahan sampah rumah tangga yang tidak lagi menjadi perioritas utama. Termasuk kesadaran ekologis tidak boleh dikorbankan, pemerintah daerah harus segera melakukan perubahan sistemik dalam penanganan sampah di Luwu Timur. (***)

