PALOPO–Universitas Kurnia Jaya Persada (UKJP) Palopo, Sulawesi Selatan, melalui Lembaga Pelatihan Kurnia Jaya Persada sukses melaksanakan kegiatan Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dan Basic Obstetric Neonatal Life Support (BONELS) mulai tanggal 22–28 Juni 2026.
Kegiatan pelatihan ini diikuti peserta yang berasal dari berbagai kalangan, yaitu tenaga kesehatan, mahasiswa, dan dosen, sebagai bentuk komitmen UKJP dalam meningkatkan kompetensi serta kesiapsiagaan dalam penanganan kegawatdaruratan medis.
Pelaksanaan pelatihan ini melibatkan instruktur profesional dari HIPGABI Provinsi Sulawesi Selatan, yang memberikan pembelajaran teori dan praktik terkait penanganan trauma, kegawatdaruratan jantung, serta kegawatdaruratan obstetri dan neonatal.

Kegiatan pelatihan ini diikuti peserta yang berasal dari berbagai kalangan, yaitu tenaga kesehatan, mahasiswa, dan dosen, sebagai bentuk komitmen UKJP dalam meningkatkan kompetensi serta kesiapsiagaan dalam penanganan kegawatdaruratan medis.
Kegiatan secara resmi ditutup oleh Wakil Rektor I UKJP Palopo, Rezkiyah Hoesny, S.Kep., Ns., M.Kep. Dalam sambutannya, Rezkiyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, instruktur, dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Pelatihan BTCLS dan BONELS ini merupakan pelaksanaan batch kedua, setelah sebelumnya sukses diselenggarakan pada April 2026. Kegiatan ini direncanakan menjadi agenda tahunan UKJP sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan,” urai Rezkiyah.

Kegiatan pelatihan ini diikuti peserta yang berasal dari berbagai kalangan, yaitu tenaga kesehatan, mahasiswa, dan dosen, sebagai bentuk komitmen UKJP dalam meningkatkan kompetensi serta kesiapsiagaan dalam penanganan kegawatdaruratan medis.
Melalui kegiatan ini, UKJP Palopo berharap peserta mampu meningkatkan keterampilan klinis, berpikir kritis, serta memberikan pelayanan kesehatan yang lebih profesional, khususnya dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
“UKJP Palopo terus berkomitmen menghadirkan pendidikan dan pelatihan berkualitas untuk mendukung peningkatan mutu tenaga kesehatan di Indonesia,”, pungkas Rezkiyah. (***)

