PALOPO — Universitas Mega Buana (UMB) Palopo kembali menerima kunjungan studi tiru di Fakultas Kedokteran (FK). Kali ini, kunjungan berharga tersebut datang dari rumpun akademika Institut Kesehatan (Inkes) Yarsi Mataram pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Rombongan dari Inkes Yarsi Mataram dipimpin langsung oleh Rektor Dr. Zul Hendry, S.Kep., Ns., M.Kep. Beliau didampingi oleh Staf Ahli Pembina Yayasan Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si., serta Wakil Rektor II Bidang Administrasi, SDM, dan Aset Dr. Idyatul Hasanah, S.Kep., Ns., M.Kep.Kehadiran mereka disambut hangat oleh Wakil Rektor I UMB Palopo Indra Amanah, SKM., MPH., dan Wakil Rektor III Suandi, SKM., MPH., yang hadir mewakili Rektor UMB Palopo. Turut mendampingi dalam penyambutan tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Asty Amalia Nurhadi, M.Med.Ed., D.MCE., PAK (K), Wakil Dekan Dr. dr. Lelimiska Syarif, Ketua LPPM Dr. Ns. Fadli, S.Kep., M.Kep., serta jajaran dosen dan pengelola di Kampus 2 UMB Palopo.
Staf Ahli Pembina Yayasan Inkes Yarsi Mataram, Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan ke FK UMB Palopo ini bertujuan untuk melakukan studi tiru terkait rencana pembukaan fakultas kedokteran atas rekomendasi dari sejumlah lembaga dan institusi pusat.
“Kami berencana untuk membuka Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter. Tentu, institusi yang kami kunjungi secara nasional adalah yang terbaik di antara perguruan tinggi yang telah mendapatkan SK pendirian Fakultas Kedokteran di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Untuk perguruan tinggi swasta, yang direkomendasikan adalah Universitas Mega Buana Palopo ini,” ungkap Prof. Eko.
Pada kesempatan tersebut, ia memuji keseriusan pengelolaan FK UMB Palopo yang berada di bawah binaan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). Menurutnya, komitmen UMB Palopo dalam mendirikan Fakultas Kedokteran sangat luar biasa dan kabar baik yang beredar selama ini terbukti nyata.
“Setelah melihat langsung, UMB Palopo ini memang benar-benar baik dan bagus. Jadi, agenda benchmarking atau studi tiru ini harus segera kami wujudkan. Syukur-syukur jika kami bisa membangun yang lebih baik karena posisi kami yang berdiri belakangan. Namun, setidaknya bisa menyamai standar UMB Palopo saja itu sudah sangat luar biasa untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di kawasan tengah dan timur Indonesia,” tambahnya.
Senada dengan hal itu, Rektor Inkes Yarsi Mataram, Dr. Zul Hendry, S.Kep., Ns., M.Kep., menegaskan bahwa sarana dan prasarana FK UMB Palopo sudah melampaui ekspektasi.
“Fasilitas di UMB Palopo ini berada di atas standar. Tentu kami akan meniru dan mengaplikasikannya di Inkes Yarsi Mataram. Terus terang ini di luar ekspektasi kami, terutama setelah melihat fasilitas laboratoriumnya yang sangat sesuai dengan rekomendasi dari sejumlah institusi dan kelembagaan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas keterbukaan pihak tuan rumah. “Kunjungan ini sangat berkesan dan banyak hal yang kami pelajari untuk diaplikasikan di tempat kami, utamanya dalam persiapan pembukaan fakultas kedokteran,” ungkapnya.
Selama kunjungan di Kampus 2, rombongan tim Inkes Yarsi Mataram meninjau berbagai fasilitas vital medis. Di antaranya meliputi Laboratorium Anatomi, Laboratorium Clinical Skills Lab (CSL), Laboratorium Computer Based Test (CBT), hingga perpustakaan kedokteran. Selain peninjauan lapangan, kedua pihak juga menggelar sesi diskusi interaktif mengenai persiapan pendirian dan tata kelola organisasi.
Merespons kunjungan tersebut, Rektor UMB Palopo, Prof. Dr. Hj. Nilawati Uly, S.Si., Apt., M.Kes., CIPA., melalui pertemuan virtual via Zoom, menegaskan komitmen keterbukaan institusinya terhadap kunjungan studi tiru. “Ini merupakan kunjungan kesekian kalinya dari berbagai perguruan tinggi terkait pembukaan fakultas kedokteran. Tentu kami sangat terbuka dan siap berbagi pengalaman,” jelas Prof. Nilawati.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya komitmen dan keseriusan kolektif antara pihak yayasan, tim task force, serta dewan pembina dalam mempersiapkan institusi kedokteran. “Pendirian program studi kedokteran ini memiliki karakteristik yang cukup berbeda. Mulai dari penyiapan SDM, pemenuhan fasilitas, hingga tata kelola, semuanya harus direncanakan dengan sangat matang,” tambahnya. Ia berharap melalui sesi sharing ini, Inkes Yarsi Mataram bisa segera mewujudkan pembukaan program studi kedokteran tersebut.
Kunjungan strategis ini diakhiri secara khidmat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak. Kerja sama ini berkomitmen kuat untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di masing-masing institusi pada masa mendatang. (*)

