Hingga Pekan Ketiga Februari, Stok Minyak Goreng di Luwu Masih Terbatas, Ini Sebabnya

224
Minyak goreng (Sumber foto: Int)
ADVERTISEMENT

Belopa – Hingga pekan ketiga Februari 2022, persedian (stok) minyak goreng di pasar tradisional masih terbatas di Kabupaten Luwu.

Hal itu dikeluhkan, Nurul Fatimah warga Desa Sampa, Kecamatan Bajo. Ia mengatakan hingga Kamis (17/2/2022) dirinya berkunjung ke Pasar Belopa untuk membeli keperluan bahan pokok, termasuk minyak goreng.

ADVERTISEMENT

“Berbelanja kebutuhan dapur, termasuk minyak goreng yang paling susah ditemui,” katanya.

Menurut Nurul Fatimah, dirinya bersama satu orang rekannya sudah berkeliling dipelataran Pasar Belopa. Adapun stok tersedia dijual pedagang namum harga jual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) anjuran pemerintah.

“Harga ukuran 2 Liter itu Rp 42-45 ribu. Kalau yang 1 Liter itu Rp 20 ribu,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Husain, membenarkan jika sampai hari ini ketersedian stok minyak goreng di Luwu masih sulit ditemui.

Adapun HET anjuran pemerintah Rp 14 ribu /Liter, berbanding jauh dengan harga jual pedagang di Pasar saat ini.

Menurut, Husain sulitnya mendapatkan stok dipasar tradisional Belopa disertai dengan harga yang melambung tinggi, disebabkan karena pasokan dari distributor terbatas.

“Karena pasokan distributor terbatas, jadi pedagang menimbun stok lama dengan menjual harga sampai Rp 20 ribuan keatas untuk ukuran 1 Iiter,” terangnya kepada Koran SeruYa, Kamis (17/2/2022) siang.

Kekinian, adanya kabar soal sulitnya mendapatkan minyak goreng akan berlangsung lama, membuat konsumen khususnya para Ibu Rumah Tangga melakukan pembelian panik (Panic Buying).

Oleh karena itu, kata Husain, pihaknya dan pemerintah Kabupaten Luwu saat ini belum bisa berbuat banyak.

“Kita belum bisa gelar pasar murah rakyat karena keterbatasan anggaran. Namun rencannya jelang bulan Suci Ramadan kita akan upayakan adakan pasar murah untuk stabilkan harga bahan pokok,” tutupnya. (Mat)

 

ADVERTISEMENT