Hipertensi ‘Silent Killer’ Saat Ini, Kadis Kesehatan Palopo Imbau Masyarakat Rutin Cek Tekanan Darah

213
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Dr. Nasaruddin Nawir, Sp.OG (K), MARS
ADVERTISEMENT

KASUS hipertensi di Indonesia sangat banyak, bahkan sampai disebut silent killer. Karena itu, masyarakat patut rutin cek tekanan darah.

Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Dr. Nasaruddin Nawir, Sp.OG (K), MARS, kepada KORAN SERUYA, Minggu (18/6/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut dr Nasa, begitu Kadis Kesehatan Palopo ini akrab disapa, bahwa 1 dari 3 orang Indonesia mengidap hipertensi, bahkan angka ini terus meningkat setiap tahunnya.

“Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki keluhan,” katanya.

ADVERTISEMENT

Dikatakan, hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan penyakit lainnya yang menyebabkan kematian, dan pembiayaan kesehatan yang sangat besar.

Karena itu, pesan dr Nasa, deteksi dini hipertensi sangat penting untuk mencegah berbagai risiko penyakit akibat tekanan darah. Deteksi dini hipertensi harus digaungkan baik oleh pemerintah pusat dan daerah, maupun semua unsur masyarakat di berbagai sektor.

“Saya juga berpesan kepada masyarakat yang telah mengidap hipertensi untuk tetap menerapkan prinsip periksa kesehatan secara berkala, atasi penyakit dengan pengobatan tepat, tetap menjaga pola makan sehat dan gizi seimbang, serta upayakan beraktivitas fisik dan menghindari rokok,” katanya.

Dikatakan dr Nasa, rata-rata tekanan darah yang harus dicapai adalah kurang dari 130/80, tapi tidak lebih rendah dari 120/70. Artinya target tekanan darahnya adalah antara 120-129/70-79

“Salah satu kegiatan yang dilaksanakan saat ini di puskesmas bersama para Camat dan lurah di Kota Palopo, adalah menggiatkan pemeriksaan ke masyarakat adalah skrining rutin tekanan darah dan pemeriksaan gula darah, terutama pada usia produktif sebagai SDM yang unggul harus selalu sehat, sehingga dapat melayani masyarakat dengan baik,” ujar mantan Dirut RSUD Sawerigading Palopo ini.

Menurut dr Nasa, seseorang yang menderita hipertensi ada faktor risiko yang jadi penyebabnya. Antara lain, pola makan yang tidak sehat, biasanya pola makan dengan kandungan gula garam lemak yang melebihi batas normal setiap harinya.

“Termasuk aktivitas fisik yang kurang dianjurkan, untuk setiap hari dapat melakukan aktivitas fisik sekitar 15 – 20 menit. Masyarakat yang sudah terkena hipertensi sebaikx rutin memeriksakan dirinya dan tetap minum obat antihipertensi agar tekanan darah terkontrol,” pesan dr Nasa. (mat)

ADVERTISEMENT