MALILI–Kasus penemuan mayat perempuan muda bernama Abi Limbong (24) di sawah di Kecamatan Kalaena, Luwu Timur, akhirnya diungkap penyebab kematiannya. Ternyata, perempuan yang sehari-harinya bekerja sebagai cleaning service Puskesmas Kalaena menjadi korban pembunuhan. Hanya hitungan 9 jam, polisi meringkus pelakunya.

Pelaku yang diamankan polisi bernama Adit alias AD (17). Pelaku ini ternyata masih tetangga korban. Rumahnya bersebelahan di Kalaena.

“Benar pelaku sudah diamankan, tetangganya ji, masih di bawah umur,” kata Kapolsek Mangkutana, Iptu Muh Junus, Kamis (11/6/2026).

Muh Junus menjelaskan, pelaku diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian di Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Lutim pada Kamis (11/6) sore. Pelaku berhasil diringkus usai 9 jam pelarian. “Dia (AD) diamankan 9 jam usai penemuan jazad, diamankan di daerah situ ji,” ucapnya.

Adapun terkait motif, Muh Junus menyebut bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalam. Dia menjelaskan, motif pembunuhan akan dipaparkan usai pemeriksaan terhadap pelaku selesai. “Sementara diperiksa, masih ada penyidik disini dan Kasat Reskrim, sementara dimintai keterangan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, wanita bernama Abi Limbong ditemukan tewas dengan sejumlah luka di bagian kepala di area persawahan, Kabupaten Lutim saat berangkat ke tempat kerjanya. Korban diketahui bekerja di Puskesmas Kalaena sebagai cleaning service.

Korban berangkat dari rumahnya ke puskesmas di Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Jarak rumah korban dengan puskesmas sekitar 300 meter.

“Menurut saudara kandung korban, keluarga mulai gelisah setelah menerima kabar bahwa Abi belum datang bekerja hingga pukul 05.30 Wita,” kata Kasi Humas Polres Lutim, Ipda Mustajuddin.

Kakak ipar korban kemudian memutuskan mencari dengan menyisir jalan yang biasa dilewati korban. Ia kemudian menemukan korban tergeletak di sawah yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya pada pukul 06.00 Wita. “Jenazah korban ditemukan dalam posisi terlentang, tubuhnya dipenuhi lumpur namun pakaian masih lengkap,” terang Mustajuddin. (nada)