PALOPO–​Kota Palopo melalui Universitas Mega Buana (UMB) mengirimkan sinyal kuat dalam upaya diplomasi pendidikan di Timor Leste. Pada pameran pendidikan tinggi yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, 28 Oktober 2025, stand UMB Palopo menjadi magnet yang tak terbantahkan, memikat ratusan pelajar setempat.

Di tengah puluhan perguruan tinggi terkemuka se-Indonesia, UMB Palopo tampil beda. Bukan hanya menawarkan prospek akademik, UMB Palopo memadukan promosi pendidikan dengan kekayaan budaya.

​”Kami menyajikan baju adat serta penganan khas Tana Luwu untuk pengunjung pameran,” ungkap Rektor UMB Palopo, Prof.Dr. Hk. Nilawati Uly, S.Si.,Apt.,M.Kes.,Cipa.

Rupanya sentuhan lokal ini terbukti efektif, menciptakan suasana hangat yang langsung menarik perhatian pelajar Timor Leste. Antusiasme pelajar Timor Leste terhadap UMB Palopo sungguh luar biasa. Hanya dalam hari pertama pameran, sedikitnya 300-an pengunjung memadati stand tersebut.

Puncaknya, tercatat 180 pengunjung langsung menyatakan minat dan melakukan pendaftaran sebagai calon mahasiswa baru. Melihat respons yang membludak, UMB Palopo pun mengambil langkah responsif. “Alhamdulillah 180 pengunjung tertarik melakukan pendaftaran. Kami bahkan memberikan biaya pendaftaran gratis setelah melihat antusiasme yang tinggi ini,” tambah Rektor Nilawati.

Kehadiran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek RI, Prof. Dr. Khairul Munadi, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Tasrifin Tahara, yang menyempatkan diri berkunjung ke stand UMB Palopo, semakin mempertegas pengakuan terhadap peran strategis kampus ini.

​Keikutsertaan UMB Palopo dalam pameran bergengsi ini atas undangan khusus KBRI di Dili, memiliki misi ganda: memperkuat diplomasi Indonesia dan membuka akses studi bagi generasi muda Timor Leste. Dari 59 perguruan tinggi se-Indonesia yang hadir, UMB Palopo menjadi satu-satunya perwakilan dari Tana Luwu.

Tentu saja, ini menempatkan Palopo tidak hanya sebagai destinasi akademik, tetapi juga sebagai pintu gerbang budaya yang menjanjikan bagi calon mahasiswa dari negara tetangga. Kini, dengan ‘sinyal’ pendaftaran yang sangat positif, Palopo bisa bersiap menyambut gelombang baru mahasiswa dari Timor Leste, menandai babak baru dalam kerja sama pendidikan dan kebudayaan antara kedua negara. (***)