– Kiprah Kepala SDN 30 Mattoriwalie Palopo, Hj Jumraini

Selama dua tahun memimpin SDN 30 Mattirowalie, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Jumraini mengakui banyak suka duka yang dia hadapi. Namun sebagai kepala sekolah, setiap tantangan dalam dunia pendidikan merupakan proses pembelajaran yang membuatnya semakin matang dalam memimpin dan berinteraksi dengan guru serta membina karakter siswa.

Kini, selain memimpin sekolah, Hj. Jumraini juga aktif mengajar di Universitas Muhammadiyah Palopo yang membuktikan dedikasinya terhadap dunia pendidikan tidak hanya di tingkat dasar, tetapi juga di perguruan tinggi.

Sebagai kepala sekolah, Hj. Jumraini menilai bahwa kepemimpinan di dunia pendidikan tidak hanya sebatas urusan administrasi, tetapi juga bagaiman hubungan yang keharmonisan dan rasa saling menghargai di antara seluruh warga sekolah.

Ia menilai, perbedaan pendapat dan cara pandang merupakan hal wajar, namun penting untuk diselesaikan dengan komunikasi yang terbuka dan musyawarah. Menurutnya, penjelasan yang jelas dan pemahaman bersama menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama. “Perbedaan itu indah, dimanapun kita berada pasti selalu ada perbedaan,” katanya.

Selain aktif di dunia pendidikan formal, Hj. Jumraini juga menunjukkan komitmen terhadap pengembangan nilai-nilai keagamaan di masyarakat. Ia pernah mewakili Kota Palopo dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan mewakili PGRI di Kabupaten Luwu Timur.

Saat ini, ia juga membuka pendaftaran bagi ibu-ibu yang ingin belajar mengaji di Palopo, sebagai upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan masyarakat. Bagi yang berminat dapat menghubungi langsung contct person 0821-8912-4219.

Dalam upaya yang sama, Hj. Jumraini juga menjalin kerja sama dengan UIN Palopo dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bagi peserta didik melalui program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Program ini, menurutnya, menjadi salah satu bentuk sinergi antara lembaga pendidikan dasar dan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi keagamaan.

Sebagai mantan Sekretaris BKMT Kecamatan Wara Timur dan juga mantan Ketua Majelis Taklim di Kelurahan Benteng selama dua periode, Hj. Jumraini menegaskan bahwa kekuatan mental dan keteguhan iman adalah modal utama dalam menghadapi berbagai dinamika. Ia percaya, setiap langkah dalam dunia pendidikan bukan hanya tanggung jawab profesional, tetapi juga bagian dari ibadah dan pengabdian.

Ia menutup dengan refleksi sederhana,”Dalam perjalanan hampir dua tahun ini, saya belajar bahwa setiap tantangan adalah bagian dari perjuangan untuk memajukan sekolah. Yang penting kita tetap berpikir ke depan dan terus memperbaiki diri.” (zul)