PALOPO–Jelang Hari Raya Idul Adha 2026, penjualan sapi kurban di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Senin pagi mengalami peningkatan signifikan. Tak hanya jumlah permintaan yang naik, harga sapi kurban juga ikut melonjak dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan sapi kurban terlihat di Desa Tiromanda, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Para peternak dan pedagang mengaku permintaan tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Kenaikan harga sapi kurban rata-rata dua juta rupiah per ekor, yang sebelumnya 10 juta naik menjadi 12 juta rupiah. Hal ini dipengaruhi oleh ukuran dan bobot hewan.

Saat ini, harga sapi di pasaran bervariasi, mulai dari Rp12 juta hingga mencapai Rp50 juta per ekor.

Peternak sekaligus Pedagang Sapi, Arif mengatakan selain harga, jumlah pembeli juga meningkat. Penjualan sapi kurban tahun ini diperkirakan naik lebih dari 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sapi kurban yang dijual berasal dari berbagai daerah, seperti Kendari, Kabupaten Bone, serta peternakan lokal di Luwu. Sementara pembeli datang dari berbagai wilayah di Luwu Raya, termasuk Larompong, Palopo, hingga Luwu Utara. “Untuk menjamin kualitas, seluruh sapi telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Luwu,” katanya.

Ketersediaan pakan ternak juga dipastikan aman, didukung lokasi peternakan yang luas serta pasokan pakan segar setiap hari. Dengan meningkatnya permintaan dan harga sapi kurban, para peternak di Luwu berharap momentum Idul Adha tahun ini dapat memberikan keuntungan lebih sekaligus mendorong pertumbuhan sektor peternakan lokal. (nada)