PALOPO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo akan menggelar debat publik Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Palopo, Sabtu 24 Mei 2025. Debat publik ini akan diikuti empat pasangan calon (Paslon) sebagai kontestan PSU.

Dr. Abdul Rahman Nur, SH., MH., akademisi Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, berharap, empat paslon mengikuti debat publik ini, yang akan disiarkan live melalui channel youtube KPU Sulsel dan akan direlay SERUYA TV channel, mulai pukul 14:00 Wita, Sabtu (17/5/2025).

“Harapan kita bersama, empat paslon mengikuti debat publik ini, sebagai salah satu tahapan PSU Pilkada Palopo,” kata Maman, begitu Dr Abdul Rahman Nur akrab disapa, Jumat (16/5/2025).

Karena debat publik ini salah satu tahapan PSU Pilkada Palopo, Maman menyebut, paslon wajib mengikutinya lengkap dengan pasangan masing-masing. “Sebaliknya jika ada paslon yang tidak ikut debat publik ini, maka itu artinya calon tersebut tidak siap ikut PSU,” kata wakil rektor IV Unanda Palopo ini.

Maman menyebut, amatlah disayangkan kalau ada calon tidak mengikuti debat publik. “Masyarakat selaku pemilih sudah bisa menilai kalau calon tersebut tidak siap dan tidak layak dipilih,” katanya.

Dikatakan Maman, melalui debat publik, calon dan pasangannya akan diuji kemampuannya dalam berbagai hal terkait tugas kepala daerah. “Melalui debat publik, KPU memberikan kesempatan bagi empat pasangan calon untuk menyampaikan gagasan seputar pelayanan masyarakat dan solusi permasalahan daerah. Sehingga melalui debat publik, masyarakat bisa menilai kapasitas calon pemimpin mereka,” katanya.

“Melalui debat juga masyarakat akan mengetahui sejauh mana pemikiran calon Walikota dan Wakil Walikota dalam menyikapi permasalahan yang ada di daerah, terkait banyak hal seperti transparansi pengelolaan keuangan daerah, kemajuan teknologi informasi, reformasi birokrasi, dan lain-lain. Nah, bagaimana mau dinilai kalau tidak ikut? Padahal debat ini sifatnya wajib karena salah satu tahapan,” lanjut Maman.

Sebelumnya diberitakan KORAN SERUYA, Ketua KPU Sulsel, Hasbullah, mengatakan jika ada paslon yang tidak mengikuti debat, pihaknya akan mengumumkan ke publik bahwa KPU sudah menyampaikan ke yang bersangkutan terkait dengan jadwal dan undangan.

“Jadi, kalau ada yang tidak hadir nanti masyarakat yang akan memberikan sanksi moral. Tergantung dari pemilih apakah mau memilihnya atau tidak,” katanya, saat dikonfirmasi belum lama ini. Dia mengatakan sejauh ini empat Liasion Officer (LO) paslon masih mengikuti rapat dan koordinasi terkait debat. Artinya, semua calon akan ikut.

Terdapat empat paslon yang akan berdebat dalam kegiatan tersebut nantinya. Mereka adalah Paslon 1 Putri Dakka-Haidir Basir, Paslon 2 Farid Kasim Judas (FKJ)-Nurhaenih, Paslon 3 Rahmat Masri Bandaso-Andi Tenri Karta dan Paslon 4 Naili-Akhmad Syarifuddin.

Komisioner KPU Sulsel, Hasuddin Husain mengatakan pihaknya sudah menunjuk enam panelis. Seluruh panelis yang dipilih merupakan tokoh yang sebelumnya telah berpengalaman dalam debat-debat serupa. “Panelis sudah kami tentukan untuk debat mendatang. Jumlahnya ada enam orang panelis,” katanya.

Panelis debat tersebut, kata Hasruddin, berasal dari debat pada Pilkada serentak 2024 lalu. “Semuanya berasal dari debat-debat sebelumnya,” ungkapnya. Meski sudah ditetapkan, kata pria yang akrab disapa Uceng itu, identitas para panelis tersebut belum akan diumumkan dalam waktu dekat. Menurut Hasuddin, KPU Sulsel baru akan menyampaikan secara resmi nama-nama panelis tersebut pada hari Jumat mendatang.

“Nanti kita akan umumkan hari Jumat. Untuk saat ini, biarkan mereka bekerja dahulu,” jelasnya. Debat kandidat dalam rangka PSU Palopo ini menjadi salah satu momen penting untuk memastikan proses demokrasi berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta dan pemilih. (nada)