Jubir Baru Covid-19 Ini Cantiknya Bikin Pangling, Ini Profil dr Reisa

448
dr. Reisa Broto Asmoro
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan dengan munculnya dr. Reisa Broto Asmoro di siaran khusus untuk kasus Covid-19. Para warganet pun bertanya apakah dokter cantik itu menggantikan posisi Achmad Yurianto, yaitu Juru Bicara Penanganan Covid-19?

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Ternyata dokter cantik ini, mengemban tugas sebagai juru bicara seperti Yurianto. Ini diungkap oleh Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman. “Ada 2 Jubir Covid-19 sekarang, Pak Dokter Yurianto dan Mbak Dokter Reisa,” cuitnya di akun twitter.

ADVERTISEMENT

Reisa bertugas di Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19. Dia bertugas membantu Yuri untuk mengedukasi masyarakat lebih dalam mengenai cara pencegahan Covid-19.

Lantas siapakah sosok dr. Reisa itu sebenarnya? Wanita berusia 34 tahun itu mengawali kariernya sebagai seorang model.

ADVERTISEMENT

Pemilik nama lengkap Reisa Kartikasari ini aktif didunia keartisan setelah menyelesaikan pendidikannya pada fakultas kedokteran Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia.

Reisa juga pernah mengikuti ajang pemilihan kecantikan dan meriah predikat sebagai Puteri Indonesia Lingkungan dan Puteri Indonesia 2010. Serta masuk menjadi salah satu model di Look Models Agency, serta membintangi beberapa iklan di Indonesia dan Asia.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Setelah lulus dan bekerja di RS Polri Raden Said Soekanto Kramat Jati, ia banyak berkecimpung di dunia forensik. Bahkan menjadi salah satu anggota DVI (Dissaster Victim Identification) yang salah satunya terlibat dalam proses investigasi korban Sukhoi dan beberapa bom terorisme di Jakarta.

Pada tahun 2012, Reisa dipersunting oleh salah satu anggota keraton Solo yaitu kanjeng Tedjodiningrat Broto Asmoro. Ia mendapat gelar gelar Kanjeng Mas Ayu Tumenggung, namun dr. Reisa lebih senang menuliskan namanya dengan Reisa Broto Asmoro mengikuti nama dari keluarga sang suami.

Dari pernikahannya, Reisa dikaruniai satu orang putri dan satu orang putra yakni RR. Ramania Putri Broto Asmoro dan R. Satriyo Daniswara Broto Asmoro.

Sosoknya makin dikenal setelah membawakan acara Dr.OZ Indonesia yang disiarkan di Trans TV. Selain menjadi dokter, wanita kelahiran Malang ini juga aktif di dunia bisnis dan masih menjadi presenter.

INGATKAN MASKER

Setelah resmi jadi jubir, Reisa mengingatkan publik untuk tak lupa kenakan masker saat new normal untuk mencegah penularan corona lebih luas. Ia menjelaskan penggunaan masker di ruang publik sangat direkomendasikan. “Awalnya memang hanya direkomendasikan oleh orang sakit, penelitian berkembang semua orang yang beraktivitas di luar rumah disarankan gunakan masker, karena virus ditularkan lewat droplet,” ujar Reisa.

Ini, kata dia, perlu dipahami karena virus sifatnay tak kasat mata dan tidak tahu keberadaannya. Apalagi jika berada di lingkungan penuh sesak, maka wajib gunakan masker.

Penggunaan masker juga ia tekankan sesuai dengan rekomendasi WHO. “Masker kain yang direkomendasikan adalah masker yang memiliki 3 lapisan kain. Bisa dari katun atau poliester. Masker kain bisa dicuci dan digunakan kembali,” jelasnya.

Tapi perlu diingat, masker kain wajib diganti setiap 4 jam sekali. “Apabila masker basah atau lembab harus diganti.”

Jadi, disarankan agar masyarakat membawa beberapa masker sekaligus. Sesampainya di rumah, masker segera dicuci. “Penggunaan masker efektif kalau diikuti dengan protokol kesehatan lain.”

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus hindari kerumunan, jaga jarak fisik, terutama mereka yang alami gejala, dan tentunya sering-sering cuci tangan.

“Praktikkan etika batuk dan bersin juga penting, budayakan pakai masker ke tempat umum, kantor, pasar, dan ruang publik lainnya,” katanya. (tari)

ADVERTISEMENT