PALOPO–Tiga rumah tangga di Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, mendapat kado spesial di momen HUT ke-80 RI berupa pemasangan listrik gratis dari PLN.
Ketiga rumah tangga tersebut, yakni Sarnia di RW 1, Alimin di RW 4, serta Syamsira Samsir di RW 5.
Sebelum mendapatkan bantuan listrik gratis tersebut, warga masih bergantung pada sambungan listrik dari tetangga maupun menggunakan aki motor dan mobil sebagai sumber penerangan. Selain tiga rumah tersebut, tercatat masih ada sekitar empat rumah di Battang yang belum memiliki sambungan listrik pribadi.
Lurah Battang, Rahman menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas program yang digulirkan PT PLN. Menurutnya, kehadiran listrik mandiri sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu.
Eltris Cafe Palopo Tempat Nongkrong Bagi Semua Kalangan, Ini Keunggulannya Bikin Pengunjung Betah
Manager PLN ULP Palopo Kota, Kurniaji Tri Tamtama, menjelaskan bantuan tersebut merupakan bagian dari program Light Up The Dream, yaitu pemasangan listrik gratis bagi masyarakat prasejahtera.
Normalnya, biaya pemasangan baru untuk daya 900 watt sekitar Rp 900 ribu. “Namun khusus di bulan kemerdekaan ini, terpasang 28 pelanggan di seluruh wilayah kerja PLN UP3 Palopo, termasuk tiga rumah di Kelurahan Battang berkat usulan pihak kelurahan,” katanya.
Kurniaji menambahkan, siapa pun bisa mengusulkan calon penerima bantuan, namun syarat utama adalah penerima berasal dari warga kurang mampu.
“Selain pemasangan listrik, PLN juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai melalui dana Yayasan Baitul Mal yang berasal dari gaji pegawai setiap bulannya,” katanya.
Tersisa Satu Dewas, Andi Enceng Ajak Karyawan Perumda TM Palopo Berkolaborasi Majukan Perusahaan
Sementara itu, salah seorang penerima manfaat, Sarnia, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku lega akhirnya memiliki listrik sendiri setelah bertahun-tahun bergantung pada tetangga.
Sarnia yang tinggal seorang diri dirumahnya merasa sangat senang dan berterima kasih kepada PLN karena selama ini untuk menonton televisi saja harus pergi ke rumah tetangga. (nada)

