PALOPO–Di tengah upaya nasional menekan prevalensi stunting, Alfamart terus mengambil peran melalui program berkelanjutan “Satu Telur Sehari”. Program yang telah berjalan sejak 2022 ini konsisten memperluas jangkauan penerima manfaat sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

Memasuki tahun keempat pelaksanaannya pada 2026, program tersebut diperluas ke 39 kota dengan target distribusi lebih dari 510.000 butir telur bagi lebih dari 2.700 anak yang terindikasi stunting.

Secara periodik, telur didistribusikan selama tiga hingga enam bulan melalui kader posyandu dan dinas KB atau dinas Kesehatan yang turut melakukan pemantauan tumbuh kembang anak penerima manfaat.

Di tengah upaya nasional menekan prevalensi stunting, Alfamart terus mengambil peran melalui program berkelanjutan “Satu Telur Sehari”. Program yang telah berjalan sejak 2022 ini konsisten memperluas jangkauan penerima manfaat sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya mengatakan, program “Satu Telur Sehari” difokuskan kepada anak-anak yang terindikasi mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi. Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan setempat agar program berjalan tepat sasaran.

“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang dinilai efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah. Selama empat tahun berjalan, respons positif dan perkembangan anak penerima manfaat menjadi semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” ujar Rani. (***)