Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Tinggal Tunggu Waktu, Mahasiswa di Palopo Mulai Turun Jalan Demo

107
Puluhan mahasiswa di Kota Palopo tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, di Kantor DPRD Palopo, Rabu (31/8/2022).-- foto reski ramadhani--
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Pemerintah sampai Rabu (31/8/2022), kemarin, belum juga memutuskan atas rencananya menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis penugasan yakni Pertalite dan Solar Subsidi.

Dari kabar yang berhembus, harga baru BBM bersubsidi itu akan berlaku pada awal September 2022 ini. Bahkan santer beredar kabar berlaku mulai 1 September, hari ini.

ADVERTISEMENT

Menjawab kapan harga baru Pertalite dan Solar Subsidi akan berlaku, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting juga belum dapat memastikan kapan akan diberlakukan.

Saat ini, pihaknya juga masih menantikan keputusan tersebut. “Belum ada info (kenaikan). Prinsipnya kami sebagai operator akan melaksanakan apa yang ditugaskan oleh regulator,” ujar Irto kepada kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

ADVERTISEMENT

Hal yang sama juga dikatakan oleh Direktur Pengembangan Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, ia hanya bilang keputusan mengenai kenaikan harga BBM ada di ranah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Mungkin kalo itu nanti ada di teman-teman ESDM,” ungkap dia saat ditemui di Bali, Rabu (31/8/2022).

Informasi dihimpun KORAN SERUYA, keputusan kenaikan harga BBM di tangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Adapun alternatif kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar Subsidi yang sudah ada di tangan Presiden Jokowi berada di kisaran Rp 8.500 per liter – Rp 10.000 per liter.

Seperti yang diketahui, saat ini harga BBM Pertalite yang dijual di SPBU hanya Rp 7.650 per liter, sementara harga BBM Solar Subsidi hanya Rp 5.150 per liter.

Sayangnya memang, kepastian waktu kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar Subsidi ini hanya Presiden Jokowi yang tahu. Pasalnya dalam Rapat terbatas (ratas) di Istana Negara, Senin (29/8/2022) lalu, Presiden Jokowi tidak memberi tahu jadwal kapan akan diumumkan. “Semua peserta rapat dengan Presiden kemarin (ratas) juga ngga ada yang dikasih tahu,” ungkap dia.

Ya, Pemerintah hanya tinggal menunggu waktu untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan enggan berkomentar banyak.

Ia hanya bilang. “Kalau BBM, kita tunggu Presiden,” terang Luhut usai meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun oleh Danone Indonesia di kawasan pabrik milik Danon-Aqua Mambal, Kabupaten Badung, Bali.

DEMO PENOLAKAN

Di Kota Palopo, puluhan mahasiswa di Kota Palopo tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, di Kantor DPRD Palopo, Rabu (31/8/2022). Dalam aksinya, mahasiswa membakar ban bekas di tengah jalan. Meski demikian, unjuk rasa itu masih berjalan normal. Sejumlah aparat kepolisian mengawal jalannya aksi tersebut.

Adapun yang menjadi tuntutan aksi gerakan selamatkan Indonesia, ialah menolak pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Mereka juga mendesak pemerintah mengendalikan harga kebutuhan pokok. Terakhir, massa mendesak pemerintah mentunda proyek strategis nasional (PSN) yang tidak berdampak langsung bagi rakyat dan mengalihkan anggaran untuk subsidi BBM.

Jenderal lapangan aksi, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan, pihaknya meminta pemerintah agar mencabut kebijakan tersebut, serta mendesak pemerintah untuk memberantas mafia di sektor Migas.

Saat berunjukrasa di Kantor DPRD, pendemo diterima Wakil Ketua DPRD Palopo, Abdul Salam. Legislator dari Partai Nasdem itu mengatakan sepakat dengan aksi yang dilakukan para mahasiswa dalam menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Untuk itu, dia berjanji akan meneruskan aspirasi mahasiswa ke DPR RI. “Aspirasi ini akan kami teruskan ke DPR RI,” kata Salam. (eki)

ADVERTISEMENT