PALOPO–Pondok Pesantren (Ponpes)  Nurul Jadid Assallangnge Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menggelar renungan malam 17 Agustus di Tugu Monas Bua, Sabtu malam lalu, 16 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghayatan sebagai momentum untuk mengenang perjuangan serta pengorbanan para pahlawan.

Renungan malam ini diikut keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid Assallangnge Bua, mulai dari para santri, ustadz dan ustadzah, pihak yayasan, pimpinan pondok, hingga Kepala Madrasah Nurul Jadid Assallangnge Bua, Hasniawati, S.Pd.

Renungan malam diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan, seperti renungan malam, pembacaan puisi perjuangan, menyanyikan lagu-lagu perjuangan, serta dzikir dan doa bersama.

Seluruh rangkaian dikemas dengan nuansa nasionalisme dan religius. Para peserta diajak untuk kembali mengingat perjalanan panjang perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus melakukan introspeksi terhadap diri masing-masing.

Kehadiran seluruh unsur pondok menjadikan kegiatan tersebut tidak hanya sebagai bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga Pondok Pesantren Nurul Jadid Assallangnge Bua.

Nuansa religius menjadi salah satu hal yang menonjol dalam kegiatan tersebut. Melalui dzikir dan doa bersama, para peserta diajak memaknai kemerdekaan sebagai nikmat yang patut disyukuri. Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta berkomitmen untuk terus memperbaiki diri.

Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta mengikuti dzikir bersama dan melakukan refleksi diri. Dalam suasana malam yang tenang, para peserta sejenak meninggalkan aktivitas masing-masing untuk merenungkan jasa para pahlawan, mensyukuri kemerdekaan, sekaligus mengevaluasi diri.

Kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai cinta tanah air dan nasionalisme kepada para santri. Mereka diajak memahami bahwa perjuangan untuk mengisi kemerdekaan dapat dilakukan melalui hal-hal positif, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, berakhlak baik, serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid Assallangnge Bua, Anregurutta H. Hamir Hamid Aly, M.Si., bersama Kepala Madrasah Nurul Jadid Assallangnge Bua, Hj. Hasniawati, S.Pd., serta seluruh stakeholder pondok turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran pimpinan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menanamkan nilai nasionalisme, keagamaan, dan pembentukan karakter kepada para santri.

“Melalui kegiatan renungan malam, keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid Assallangnge Bua berharap para santri dan seluruh stakeholder semakin menghargai kemerdekaan serta tidak melupakan jasa dan pengorbanan para pahlawan,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid Assallangnge Bua, Anregurutta H. Hamir Hamid Aly, M.Si.

Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun, sehingga peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nasionalisme, meningkatkan ketakwaan, mempererat persaudaraan, dan melakukan refleksi bersama sebagai keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid Assallangnge Bua. (putri)