PALOPO–Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Palopo, Sulawesi Selatan, berhasil meraih juara 1 lomba gerak jalan indah tingkat SMP se Kota Palopo, yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Prestasi tersebut sekaligus mempertahankan juara I yang direbut tahun lalu.
Kepala SMPN 10 Palopo, Andika Prawiro, S.Pd, mengapresiasi raihan prestasi siswanya. Dia mengaku bangga atas capaian yang diraih para siswanya. Apalagi prestasi tersebut sekaligus mempertahankan juara I yang juga direbut SMPN 10 Palopo pada lomba gerak jalan indah tahun 2025 lalu. Dan tentunya, Andika berharap agar prestasi tersebut dapat kembali dipertahankan pada pelaksanaan lomba tahun berikutnya.
Andika menegaskan, pihak sekolah akan terus mendorong para siswa agar meningkatkan prestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga melalui kegiatan dan kompetisi yang dapat membangun kedisiplinan serta kekompakan. Dia juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berkembang dan membawa nama baik sekolah maupun Kota Palopo.
Penampilan siswa-siswi SMPN 10 saat lomba gerak jalan indah tingkat SMP se Kota Palopo memang mencuri perhatian penonton. Barisannya sangat rapi, kompak, dan tampil memukau dengan variasi barisan yang indah.
Sejumlah penonton memuji kekompakan dan variasi barisan SMPN 10 Palopo. Penonton menyebut variasi barisannya tampil beda dari peserta lainnya. Bahkan sepanjang rute lomba gerak jalan indah yang melewati Lapangan Gaspa melintasi sepanjang jalan Andi Djemma hingga finis di Lapangan Pancasila, tim gerak jalan SMPN 10 tetap padu dan rapi dalam barisan.
Namun raihan prestasi juara I yang diraih siswa-siswi SMPN 10 Palopo menuai pro kontra di media sosial. Pro kontra tersebut mencuat disebabkan kostum terutama rok yang dikenakan siswi memiliki belahan cukup tinggi hingga bagian paha. Meski mengenakan legging atau celana panjang ketat berwarna putih, sejumlah netizen menilai kostum kurang tepat lantaran pesertanya mengenakan penutup kepala atau hijab.
Pro kontra tersebut ditanggapi positif Kepala SMPN 10 Palopo. Menurut Andika Prawiro, pro kontra yang mencuat di media sosial tersebut justru bernilai positif bagi sekolah yang dipimpinnya. Sebab, sejak pro kontra mencuat di facebook dan media sosial lainnya, nama SMPN 10 Palopo viral di media sosial dan semakin dikenal masyarakat luas.
Menurut Andika, penentuan juara I bukanlah pihaknya, tetapi tim juri bentukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Palopo. Sehingga jajaran SMPN 10 Palopo tidak perlu menanggapi serius berbagai tanggapan miring di media sosial. (nada)

