PALOPO–Setelah mengikuti Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) selama dua pekan, calon perwira pelayaran niaga Politeknik Palopo kini melanjutkan pembinaan melalui program English Camp selama dua bulan mulai 9 September 2026.

Direktur Politeknik Palopo, H. Kemal Eden Abubakar Malinta, mengatakan English Camp merupakan bagian dari upaya kampus mempersiapkan taruna agar memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik sebagai bekal memasuki dunia pelayaran internasional.

Menurutnya, bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting bagi calon perwira pelayaran niaga karena banyak digunakan dalam komunikasi maupun aktivitas di lingkungan pelayaran internasional.

“Setelah Madatukar, kita lanjutkan dengan English Camp. Ini bagian dari pembekalan bagi taruna agar mereka tidak hanya memiliki karakter dan kedisiplinan, tetapi juga kemampuan komunikasi yang baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem pembelajaran di Politeknik Palopo secara keseluruhan berbasis bahasa Inggris. Dosen, staf, maupun taruna didorong untuk menggunakan bahasa Inggris dalam lingkungan kampus.

Program tersebut juga dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi taruna yang akan menjalani praktek laut (Prala) di kapal-kapal asing.

Kemal menyebutkan, sejumlah taruna Politeknik Palopo yang telah menjalani Prala bahkan mendapat kesempatan ditempatkan di kapal luar negeri, seperti kapal berbendera Korea, China, Italia, Rumania dan sejumlah negara lainnya.

“Program English Camp ini dinilai berhasil karena sudah ada taruna kita yang setelah Prala bisa berangkat ke kapal luar negeri dengan modal kemampuan bahasa Inggris yang mereka miliki,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, terdapat taruna yang belum menyelesaikan studinya namun telah kembali dipanggil oleh perusahaan offshore di Dubai, tempat taruna tersebut sebelumnya menjalani praktik.

Ke depan, program serupa juga akan diberikan kepada Taruna Madya Angkatan 7. Namun, English Camp bagi taruna tersebut akan lebih diarahkan pada persiapan menghadapi proses wawancara kerja.

Kemal berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan English Camp dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

“Harapannya, setelah mengikuti English Camp, kemampuan bahasa Inggris mereka semakin baik sehingga menjadi bekal ketika terjun ke dunia kerja dan menghadapi lingkungan pelayaran yang lebih luas. Target kita, seluruh taruna yang menjalani Prala bisa ditempatkan di kapal luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, Politeknik Palopo menargetkan lulusannya menjadi taruna yang siap kerja. Menurutnya, target tersebut menjadi tantangan sekaligus telah dibuktikan oleh lulusan sebelumnya.

“Politeknik menamatkan taruna yang siap kerja. Itu yang menjadi tantangan kita dan sudah terbukti. Angkatan 1 dan 2 yang telah wisuda saat ini sudah bekerja di perusahaan-perusahaan asing,” pungkasnya. (nada)