PALOPO–Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo), Sulawesi Selatan, terus mendorong peningkatan kapasitas dosen di bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UMPalopo menggelar Coaching Clinic bagi dosen, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMPalopo ini menjadi ruang pendampingan bagi dosen untuk memperkuat kemampuan penelitian, publikasi, pengelolaan kinerja akademik, hingga strategi memperoleh pendanaan penelitian.
Coaching Clinic menghadirkan akademisi dan praktisi berpengalaman, di antaranya Prof. Dr. Hadi Pajariyanto, M.Pd. dan Junaidi, S.E., M.Ak., Ph.D.
Beragam materi dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemutakhiran data Science and Technology Index (SINTA), pengelolaan jabatan fungsional dan Beban Kerja Dosen (BKD) melalui Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER), strategi memperoleh hibah penelitian, hingga teknik penulisan artikel untuk jurnal internasional.
Salah satu pemateri, Prof. Dr. Hadi Pajariyanto, M.Pd., membagikan pengalaman dan strategi dalam mengembangkan publikasi ilmiah. Sebagai akademisi UMPalopo yang telah meraih jabatan akademik profesor, Prof. Hadi juga membuka ruang bagi dosen untuk melakukan review dan konsultasi terhadap karya ilmiah yang pernah ditolak maupun yang masih membutuhkan masukan.
Pendampingan tersebut menjadi penting mengingat publikasi ilmiah tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan artikel, tetapi juga dengan bagaimana dosen membangun rekam jejak akademik yang berkelanjutan.

Karena itu, pemutakhiran data SINTA turut menjadi salah satu materi utama. Dosen diarahkan untuk memastikan data penelitian dan publikasi terdokumentasi secara akurat sehingga dapat mendukung pengembangan karier akademik sekaligus pemetaan kinerja riset perguruan tinggi.
Selain publikasi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai petunjuk teknis jabatan fungsional dan BKD melalui SISTER. Pengelolaan data dan rekam kinerja akademik secara sistematis dinilai penting agar kewajiban administratif dapat berjalan beriringan dengan pengembangan profesional dosen.
Aspek pendanaan penelitian turut menjadi perhatian. Peserta dibekali strategi menyusun proposal hibah yang lebih kompetitif dengan memperhatikan substansi penelitian, unsur kebaruan, metodologi, luaran, serta kesesuaian proposal dengan skema pendanaan yang dituju.
Sementara itu, Kepala LPPM UMPalopo, Junaidi, S.E., M.Ak., Ph.D., memberikan penguatan terkait pengembangan riset dan publikasi ilmiah. Pengembangan kualitas penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga dapat diarahkan pada hilirisasi sehingga hasil penelitian mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menariknya, penggunaan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan artikel ilmiah turut menjadi bagian dari diskusi. Peserta tidak hanya diajak melihat AI sebagai teknologi yang dapat membantu proses penulisan, tetapi juga memahami batas penggunaannya, komposisi pemanfaatan AI, hingga persoalan integritas akademik.

Dalam pembahasan tersebut, AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan akademik dosen. Penggunaannya tetap membutuhkan kendali manusia, verifikasi informasi, penalaran ilmiah, serta tanggung jawab penulis terhadap seluruh substansi karya ilmiah.
Penguatan kapasitas dosen melalui kegiatan seperti ini sejalan dengan arah kebijakan UMPalopo di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. H. Suhardi M. Anwar, Drs., M.M., CIQaR., yang menempatkan penguatan riset, publikasi, dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari peningkatan mutu perguruan tinggi.
Pengembangan teknologi digital tersebut tetap diarahkan agar berjalan beriringan dengan integritas akademik serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia akademik juga dinilai perlu berjalan bersama dengan penguatan budaya penelitian dan publikasi. Karena itu, Coaching Clinic diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi menghasilkan tindak lanjut berupa peningkatan produktivitas riset, kualitas artikel, serta peluang perolehan hibah penelitian.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran LPPM UMPalopo sebagai penggerak ekosistem penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, dosen diharapkan semakin siap menghasilkan proposal berkualitas, memperluas publikasi pada jurnal bereputasi, dan melahirkan penelitian yang memiliki dampak akademik maupun sosial.
Dengan memadukan pemutakhiran data akademik, pengelolaan kinerja dosen, strategi hibah, publikasi internasional, serta literasi penggunaan AI, Coaching Clinic UMPalopo menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sivitas akademika.
Upaya tersebut diharapkan dapat semakin menumbuhkan budaya riset di lingkungan UMPalopo sekaligus mendukung visi universitas untuk terus berkembang dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (putri)

