Kisah “Asmara Membawa Maut” Kasatpol-PP dan Pegawai Dishub Makassar, Ternyata Iqbal Isnan Orang Balo-Balo Luwu

1450
Kasatpol PP Makassar nonaktif, Muhammad Iqbal Asnan sekaligus otak penembakan pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang.
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Muhammad Iqbal Isnan, mantan Kasatpol-PP Kota Makassar yang diciduk polisi diduga otak penembakan petugas Dinas Perhubungan Makassar, ternyata berdarah Luwu. Ibunya orang asli Balo-Balo, Kabupaten Luwu, Sulsel. Sedangkan ayahnya asli Takalar.

Kasus cinta segitiga yang berujung maut melibatkan Iqbal Isnan ini mendapat perhatian sejumlah kalangan di Kota Palopo, terutama rekan dan sahabat Iqbal Isnan. Musababnya, Iqbal salah satu pejabat di Pemkot Makassar berdarah Luwu. “Iya, benar dia (Isnan) orang Luwu, ibunya asli Balo-balo,” kata salah seorang rekan Iqbal Isnan di Palopo, enggan dilansir identitasnya.

ADVERTISEMENT

Sumber menyebutkan, beberapa hari lalu sebelum ditangkap polisi, Iqbal Isnan sempat menelpon salah seorang sahabatnya saat sama-sama masih aktif sebagai pengurus IPMIL. “Dia minta dicarikan tanah di Balo-Balo. Dia berkeinginan membeli tanah di kampung halaman ibunya,” kata sumber.

Tak hanya ingin membeli tanah di Balo-Balo, Iqbal Isnan juga sempat menelpon rekannya di Palopo untuk dicarikan rumah di Kelurahan Benteng. Kabarnya, Iqbal Isnan hendak membeli rumah di Palopo. “Waktu silaturahmi alumni IPMIL beberapa waktu lalu di Warkop Kampis, Iqbal Isnan ikut hadir. Memang dia orang Luwu, aktif di IPMIL Kijang saat masih kuliah,” ujar rekan Iqbal Isnan ini.

Sejumlah rekan Iqbal Isnan berharap, agar Iqbal Isnan bisa melalui masalah yang dihadapinya saat ini dengan tabah dan tegar. “Mudah-mudahan bisa tabah dan tegar menghadapi masalah hukum yang sedang membelitnya,” katanya.

Ya, kasus melilit Iqbal Isnan ini jadi perhatian publik, terutama di Sulsel. Dan yang menarik, ada sosok wanita paling dicari netizen dalam dua hari terakhir ini terkait kasus tersebut. Sosok itu adalah RCH. Sosok wanita ini bukanlah perempuan sembarang. Dia cantik, berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menjabat kepala seksi di Dinas Perhubungan Pemkot Makassar.

Tapi nerizen mencarinya bukan kaitannya dengan pekerjaannya sebagai abdi negara. Gegaranya, namanya muncul dalam kasus “asmara membawa maut” antara Kasatpol PP Iqbal Asnan dan petugas Dishub Najamuddin Sewang. Sosok wanita inilah yang diduga jadi pemicu pertengkaran antara kedua pria yang sudah beristri itu.

Akun Instagramnya juga mulai diserbu warganet. Foto-foto yang beredar melalui WA Group dipastikan dicomot dari IGnya. Sebagian besar foto yang berseliwerang di percakapan WA, berasql dari IG milik RCH. Hingga saat ini, akun IGhya memang masih aktif dan belum ditutup.

Dalam IG Itulah tampil berbagai pose RCH, mulai dari pose saat berdinas, kegiatan pribadi hingga latihan taekwondo. Yang menarik, RCH selalu tampil modis di halaman IGnya. Dari situ pula lah, ketahuan jika sosok wanita ini jago taekwondo.

Ia menampilkan pose sedang latihan taekwondo bersama rekan-rekannya. Yang mencuri perhatian netizen, sebab posenya menggunakan pakaian putih dengan sabuk hitam yang melingkar di perut. Dalam bela diri taekwondo, sabuk paling rendah adalah warna putih. Sabuk itu diperuntukkan bagi para pemula atau geup 10. Sedangkan paling tinggi derajatnya, yakni sabuk hitam dengan 8 strip putih. Ini disebut juga dengan Dan IX.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengaku mengenal dengan sosok RCH. Wanita itu, kata dia aktif di olahraga bela diri, karate. “Iya (pernah dengar), kalau nda salah dia pengurus karate, saya kan ketua Porki Makassar,” terangnya.

BAK KISAH NOVEL

Bak cerita sebuah novel, begitulah adegan-adegan yang muncul dalam kisah asmara terlarang di Dinas Perhubungan Kota Makassar. Pemeran utamanya Iqbal Asnan, mantan kepala Satpol PP. Ia terjebak dalam pusaran permainan asmara. Padahal disaat bersamaan, Iqbal telah memiliki seorang istri. Sang pendamping hidupnya itu juga memiliki karir moncer di Pemkot Makassar.

Namun seiring dengan moncernya karirnya di Pemkot, Iqbal jadi lupa diri. Diam-diam, ia menaruh hati pada bawahannya yang menjabat kepala seksi. Hubungan gelap itu berlangsung 2019, saat Iqbal dipercaya memimpin Dishub sebagai Plt Kadis. Ironisnya, bukan cuma Iqbal yang menaruh hati pada wanita yang berstatus janda itu. Ada juga Najamuddin Sewang.

Suatu hari, kakak Najamuddin Sewang ditelpon oleh Iqbal. Inti pesannya, jangan coba-coba mendekati sang pujaan. “Kalo bukan adik kamu, saya habisi dia,” kata Juni Sewang, kakak Najamuddin.

Najamuddin sendiri adalah juga pegawai di Dishub. Sehingga hubungan ketiganya memiiki hubungan pekerjaan. Sama dengan Iqbal, Najamuddin juga telah beristri. Karena statusnya itulah, Juni Sewang menasehati sang adik untuk tidak bermain api.

Entah bagaimana cerita selanjutnya, tiba-tiba terjadi petaka pada 3 April 2022. Najamuddin ditemukan tewas dengan luka tembak pada bagian bawah ketiak. Awalnya, keluarga Najamuddin tidak menaruh curiga apapun. Mereka mengganggap tewasnya Najamuddin akibat kecelakaan tunggal saat pulang dari kantor.

Kecurigaan baru muncul setelah keluarganya melihat luka tembak saat memandikan jenazahnya. Saat itu diputuskan untuk segera auotopsi di RS Bhayangkara. Seiring dengan itu, polisi membuka penyelidikan. Ada 20 saksi diperiksa, baik keluarga, teman dekat, hingga kerabat di kantornya di Dishub. Polisi meyakini, Najamuddin sengaja dihabisi.

Siapa pelakukanya? Polisi butuh waktu hampir dua minggu merampungkan penyelidikan. Dan pada akhirnya ditemukan benang merah, kematian petugas Dishub itu, ada kaitannya dengan asmara terlarang. Puncak penyelidikan kasus ini, berujung ditangkapnya Iqbal Asnan. Ia dicurigai memiliki hubungan dengan perempuan bekas bawahannya di Dishub berinisial RCH. (***)

 

ADVERTISEMENT