Kisah, Bocah 12 Tahun Gantikan Peran Ayahnya Yang Lumpuh Demi Hidupi Keluarga

145

SIDRAP–Masa anak-anak selalu identik dengan bermain. Biasanya mereka menghabiskan waktunya untuk bermain sepulang sekolah. Namun Hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh Aan Nur Pratama.

Bocah asal Desa Bapangi, Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, harus rela masa bermainnya hilang. Bocah yang baru duduk dibangku kelas lima ini, harus menggantikan peran sang ayah untuk menjadi tulang punggung keluarga.

Tanggung jawab ini, harus diemban oleh sang bocah lantaran sang ibu meninggalkan mereka, pasca ayah Aan, Bakri mengalami lumpuh akibat kecelakaan saat bekerja sebagai buruh batu bata. Kecelakaan kerja itu, membuat tulang belakangnya patah dan mengalami kelumpuhan.

Sejak lima tahun terakhir, Aan menjadi buruh batu bata menggantikan, demi menggantikan peran ayahnya yang terkena lumpuh setelah mengalami kecelakaan kerja 6 tahun silam.

Dilansir dari Detik.com, Bakri mengaku sedih melihat sang anak harus menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga. “Saya sedih pak, namun dia adalah anak berbakti, tidak pernah sekalipun mengeluh,”ungkapnya.

Setelah merawat ayahnya, Aan kemudian mulai bergegeas menuju ke tempatnya bekerja sebagai buruh batu bata, yang lokasinya berjarak kurang lebih 500 meter dari rumahnya dengan berjalan kaki.

Seperti tidak mengenal, ditempat kerjanya, Aan membolak-balikkan satu demi satu batu bata yang telah dicetak agar cepat kering. Pekerjaan ini telah dilakoninya sejak 5 tahun yang lalu.

Dibenaknya, hanya sang ayah dan neneknya yang menjadi kewajibanya untuk merawat dan menafkahi mereka. Dalam sehari, Aan mengaku bisa mendapatkan uang antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu .

“Ndak capek, karena selalu ingat bapak yang sakit,saya mau cari uang untuk bapak, dan nenek , juga untuk beli obatnya,” ujar Aan

Sementara, Ancu, majikan batu bata tempat Aan bekerja juga mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami bocah tersebut. “Harusnya kan usia dia sekarang, dia belajar dan bermain. Saya salut, dia rajin dan pekerja keras, bahkan kalau saya panggil makan, selalu menolak, katanya mau makan sama ayahnya saja di rumah,” ujar Ancu.

Ancu pun berharap kehidupan Aan bisa diperhatikan oleh pemerintah. “Jangankan Aan sebagai buruh, kita pun juga menjalani kehidupan yang sulit, bisnis batu bata sulit apalagi kalau musim hujan seperti ini,” harap Ancu. (*/Sya)