BELOPA — Mawar (nama samaran) perempuan berusia (17) tahun di Luwu diduga jadi korban pelecehan seksual oleh oknum dokter gigi. Ia sudah menjalani pemeriksaan psikologi di Makassar. Gadis cantik yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) itu mendapat pendampingan khusus psikologis (konseling trauma healing).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Luwu, Hadiyah Made, kepada Koran SeruYa, Senin (28/7/2025), mengungkapkan pihaknya membantu korban kembali menjalani kehidupan normal melalui dukungan sosial.

“Kami sudah antar korban untuk lakukan tes psikologi ke Dinas Pemberdayaan Provinsi Sulsel. Kami juga memantau korban masalah kejiwaannya, ada tim psikolog dari kami melakukan konseling untuk memulihkan kembali mental korban,” ujar Hadiyah.

Dijelaskan Hadiyah, setelah jalani bimbingan konseling, korban sudah kembali bersekolah. “Alhamdulillah (korban) sudah masuk ke sekolah setelah bimbingan dengan tim konseling,” tuturnya.

Adapun hasil pemeriksaan psikologi korban sudah diserahkan ke pihak kepolisian. Hadiyah menambahkan, jika kasusnya ditingkatkan ke tahap gelar perkara, Dinas Pemberdayaan Perempuan bakal turut serta melakukan mendampingi terhadap korban.

Sebelumnya diberitakan, sebut saja Mawar (17) tahun diduga jadi korban pelecehan seksual oleh oknum dokter gigi berinisial JHS. Berdasarkan keterangan polisi, Mawar dirayu dengan sebatang coklat. Lalu tubuh Mawar digerayangi oleh JHS di salahsatu ruangan pemeriksaan di RSUD Batara Guru Belopa, bulan Juni 2025. (yonk/mat)