PALOPO–Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar aksi simpatik berupa pembagian masker secara gratis kepada para pengguna jalan. Kegiatan pembagian masker ini dipusatkan di depan Kantor Walikota Palopo, Jalan Andi Djemma, Kamis (15/10/2026).

Pembagian masker tersebut dipimpin Pj Sekda Kota Palopo, Andi Poci bersama Kadis Kesehatan Kota Palopo, Irsan Anugrah. Dalam kegiatan tersebut, Pj Sekda bersama beberapa staf Pemkot Palopo turun langsung ke jalan raya untuk membagikan ratusan masker. Sasarannya adalah para pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan roda empat, hingga pejalan kaki yang belum mengenakan pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan.

“Kegiatan ini bentuk Pemkot Palopo terhadap kesehatan masyarakat di tengah menurunnya kualitas udara di Kota Palopo. Penurunan kualitas udara tersebut disinyalir terjadi akibat dampak kiriman asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang terjadi beberapa daerah di Tanah Air, termasuk Kathula lokal di Luwu Raya,” kata Andi Poci.

Pembagian masker berlangsung secara tertib dan mendapat sambutan positif dari para pengguna jalan. Banyak pengendara yang menyambut baik langkah cepat Pemkot Palopo, mengingat dampak kabut asap dan debu di Kota Palopo beberapa hari terakhir ini kian terasa dan mulai dikeluhkan masyarakat.

Andi Poci menyampaikan, pembagian masker tersebut sejalan arahan dan imbauan Walikota Palopo Hj Naili Trisal agar masyarakat mulai mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. “Dan tentunya langkah ini merupakan bentuk aksi nyata dan kepedulian pimpinan beserta seluruh jajaran Pemkot Palopo melalui Dinas Kesehatan untuk menjaga kesehatan warga,” kata Andi Poci.

Lebih lanjut Andi Poci mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara di tengah penurunan kualitas udara. Pihaknya juga berencana menggelar program edukasi kesehatan secara berkesinambungan bersama pihak terkait.

“Melalui kegiatan pembagian masker dan rencana sosialisasi kesehatan dari Dinas Kesehatan, tentunya sangat diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan respirasi dapat terus meningkat selama kondisi udara belum kembali normal,” pesan Andi Poci.

Sebelumnya, Walikota Palopo, Hj Naili Trisal mengeluarkan imbauan resmi terkait kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan atau
Karhutla, termasuk ancaman asap yang dampaknya dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Dalam surat imbauan tersebut, Walikota Naili mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan sekitar guna mencegah terjadinya bencana karhutla di wilayah Kota Palopo dan sekitarnya. “Jaga lingkungan kita, jaga kesehatan kita, jaga masa depan Kota Palopo,” tegas Hj. Naili Trisal dalam imbauannya.

Walikota perempuan pertama di Sulawesi Selatan ini menjelaskan bahwa kabut asap akibat Karhutla mengandung partikel halus (PM_{2.5}) dan zat berbahaya yang sangat rentan masuk ke dalam saluran pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit penyerta menjadi pihak yang paling berdampak jika terpapar asap karhutla secara terus-menerus. (nada)