Laju Penurunan Kemiskinan Luwu Utara Tertinggi Kedua di Sulsel, IDP : Bangkit Lebih Tangguh

98
ADVERTISEMENT

MASAMBA — Menarik apa yang dilontarkan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna DPRD dalam rangka memperingati HUT XXIV Kabupaten Luwu Utara, Kamis (27/4/2023), di Gedung DPRD Kabupaten Luwu Utara.

Di hadapan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang hadir secara virtual, dan di hadapan Ketua dan Anggota DPRD Luwu Utara, para pejabat se-Tana Luwu dan masyarakat Luwu Utara, Indah mengungkap fakta bahwa Luwu Utara adalah daerah dengan laju penurunan kemiskinan tertinggi kedua di Provinsi Sulsel.

ADVERTISEMENT

Apa yang disampaikan oleh orang nomor satu di Kabupaten Luwu Utara ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS). Di mana berdasarkan data indikator makro pembangunan ekonomi, Luwu Utara menjadi daerah dengan penurunan tingkat kemiskinan tertinggi kedua di Sulsel.

“Pertumbuhan ekonomi kita meningkat dari 3,90% pada 2021 menjadi 5,45% pada 2022. Dan berdasarkan data BPS, Luwu Utara adalah satu dari 11 kabupaten/kota yang mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2022 yang lalu,” ungkap Indah.

“Dan pertumbuhan ekonomi ini turut memengaruhi penurunan tingkat kemiskinan dari 13,69% pada 2021 menjadi 13,22% pada 2022 atau kabupaten dengan laju penurunan kemiskinan tertinggi kedua di Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkapnya lagi.

Apa yang disampaikan Bupati Kabupaten Luwu Utara dua periode ini mendapat applaus yang meriah dari seluruh tamu undangan yang hadir memenuhi ruang rapat paripurna DPRD, termasuk dari masyarakat yang hadir memenuhi halaman Kantor DPRD Luwu Utara.

Data indikator makro lainnya yang mempertegas membaiknya kinerja Pemda Luwu Utara dapat dilihat dari peningkatan kualitas hidup manusia, dengan meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 0,31% pada 2021 menjadi 70,51% pada 2022. Dan data ini termasuk dalam kategori tinggi.

“Sesuai tema pembangunan RKPD 2022 yang lalu bahwa pemulihan ekonomi, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana telah menunjukkan hasil positif dibanding tahun 2021 yang lalu. Di mana Pemda Luwu Utara mampu meningkatkan kinerjanya berdasarkan indikator makro pembangunan daerah,” jelas Indah.

Selain pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan, Pemda Lutra juga berhasil menurunkan angka pengangguran dari 3,91% pada 2021 menjadi 2,81% pada 2022. Sementara PDRB per kapita meningkat dari Rp44,33 juta pada 2021 menjadi Rp48,96 juta pada 2022.

Atas capaian tersebut, Bupati perempuan pertama di Sulsel ini menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam meningkatkan kinerja pembangunan ekonomi di Kabupaten Luwu Utara.

“Terima kasih kepada bapak Gubernur yang hadir secara virtual, DPRD yang terus memberikan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan pemerintahan, termasuk dalam pelaksanaan program pembangunan yang telah kita kawal secara bersama-sama,” katanya.
Ia juga mengajak segenap masyarakat dan seluruh stakeholder untuk senantiasa membangun sinergi dan kolaborasi agar cita-cita bisa diwujudkan. “Kita wajib bangkit dengan cara membangun kerja sama dan rasa kepedulian,” harapnya.

Diketahui, HUT XXIV Luwu Utara kali ini mengusung tema “Ekonomi Pulih, Bangkit Lebih Tangguh”. Tema ini dipilih untuk mendorong semangat, sekaligus sebagai cerminan optimisme Pemda Luwu Utara dan segenap masyarakat Luwu Utara bahwa Luwu Utara bisa pulih dan bangkit untuk menjadi daerah yang tangguh pascapandemi COVID-19 dan bencana banjir bandang tahun 2020 yang lalu.

Beberapa pejabat dan tokoh yang hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Anggota DPR-RI Muhammad Fauzi, Wakil Bupati Suaib Mansur, Bupati Luwu Utara 2010 – 2015 Arifin Junaidi, Sekretaris Daerah Armiadi, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulsel, Direktur Utama Bank Sulselbar, segenap Forkopimda, Staf Ahli Bupati, para Kepala Perangkat Daerah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Pimpinan Perbankan, instansi vertikal, serta para pejabat penting se-Tana Luwu. (***)

 

ADVERTISEMENT